Kini, pelanggan MAP sudah bisa berbelanja menggunakan metode "buy now pay later" Atome.

Atome menggandeng jaringan ritel MAP untuk memperkuat layanan buy no pay later-nya di Indonesia.

Jakarta, TechnoBusiness ID • Atome, perusahaan fintech terkemuka di Asia Tenggara, China, Hong Kong, Taiwan, dan India, menggandeng peritel raksasa PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAP) untuk memperkuat layanan buy now pay later-nya.

Baca Juga: Alokasi Pengeluaran TI Global 2021 Mencapai US$4,1 Triliun

Atome, yang merupakan bagian dari Advance Intelligence Group, perusahaan teknologi berbasis AI di Asia Pasifik yang berpusat di Singapura, menggandeng MAP melalui perwakilannya di Indonesia, Atome Financial Indonesia.

Dengan begitu, seperti disampaikan dalam konferensi pers pada Kamis (8/4), Atome mendapatkan tambahan potensi pasar di Indonesia yang cukup besar. Apalagi, MAP memasarkan lebih dari 150 merek global lewat sekitar 2.300 gerai ritel miliknya yang tersebar di 81 kota.

Sedikit merek-merek yang dipasarkan MAP itu, antara lain Sogo, Seibu, Zara, Marks & Spencer, Topshop, Kipling, Nautica, Massimo Dutti, Swarovski, Sports Station, Converse, Reebok, dan Skechers.

Baca Juga: Twitter akan Akuisisi Clubhouse Senilai US$4 Miliar?



Atome, nama yang diambil dari singkatan “Available To Me and Access to More”, berperan membantu pelanggan MAP untuk tetap berbelanja merek-merek tersebut dengan pembayaran yang dapat dicicil selama tiga atau enam bulan tanpa bunga.

“Atome memiliki peran penting dan strategis untuk membantu generasi muda Indonesia dalam membeli produk bermerek global milik MAP,” ungkap CEO Atome Financial Indonesia Wawan Salum.

Dengan Atome, pelanggan MAP dapat membeli produk yang diinginkan tanpa harus membayar terlebih dahulu.

Sigi Wimala Sonyadewi, penulis sekaligus sutradara film yang juga pengguna Atome, mengakui bahwa Atome dapat mendukung dalam mewujudkan passion generasi muda seperti dirinya.


Baca Juga: Glints Raih Pendanaan US$22,5 Juta dari Persol Holdings

Gampangnya, dana yang dimiliki pelanggan dapat digunakan untuk keperluan yang lebih mendesak terlebih dahulu tanpa harus menunda pembelian produk-produk yang ditawarkan oleh MAP.

Atau, buy now pay later menjadi solusi bagi generasi muda yang memang belum memiliki cukup dana untuk membeli produk-produk bermerek tanpa perlu menundanya.


Karena itu, MAP optimistis kemitraannya dengan Atome mampu membuka akses dan keterjangkauan pelanggan terhadap merek-mereknya secara lebih luas.

Baca Juga: Amar Babu jadi Presiden Lenovo Asia Pasifik

VP Sharma, Group CEO MAP: “MAP dan Atome memiliki kesamaan nilai”.

Group CEO MAP VP Sharma mengatakan itu berarti pula bahwa, “MAP dan Atome memiliki kesamaan nilai, yaitu menyediakan akses dan keterjangkauan terhadap merek berkualitas bagi konsumen Indonesia”.

Hal itu juga sejalan dengan tren penggunaan metode pembayaran buy now pay later di seluruh dunia yang meningkat pesat akhir-akhir ini.


Firma riset pasar eMarketer yang berpusat di New York City mencatat volume transaksi menggunakan metode buy now pay later sejagat pada 2018 baru sekitar US$285 miliar.

Baca Juga: Inilah NFT Termahal di Dunia, Dilelang Seharga US$69,3 Juta


JEFFREY BAHAR
Group Deputy CEO Spire Research and Consulting

Namun, volume transaksi semacam itu terus naik dari waktu ke waktu dan diproyeksikan bakal menyentuh angka US$680 miliar pada 2025 mendatang.

Group CEO Spire Research and Consulting Jeffrey Bahar mengatakan kemudahan penggunaan dan besarnya bunga kartu kredit telah mendorong peningkatan transaksi buy now pay later, terutama di industri ritel.

“Berkat kemudahan yang diberikan dalam proses pembayaran sudah pasti akan menumbuhkan jumlah pelanggan dan nilai transaksi jaringan ritel,” kata Jeffrey.

Baca Juga: Seperti Apa Tren Pengguna TikTok di Indonesia Saat Ramadan?

Metode buy now pay later-nya Atome pun sudah pasti akan berdampak positif terhadap nilai transaksi MAP sebagai mitranya. “Tentu juga menguntungkan Atome dan pelanggan,” tambahnya.•

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID • Foto: Atome & MAP

 


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here