Skor pertumbuhan e-commerce Indonesia tercatat sebesar 38,23 dan berada di urutan ke-10 sejagat.

San Francisco, TechnoBusiness Insights Adjust, perusahaan pengukuran pertumbuhan bisnis teknologi telekomunikasi seluler, pencegahan penipuan, dan keamanan siber global yang berdiri di Berlin, Jerman, pada 2012, kemarin merilis laporan penelitian terbarunya.

Laporan berjudul The Mobile Growth Map, Charting Growth and Retention Around the Globe” itu menyebutkan bahwa industri e-commerce global saat ini tumbuh 28,06%.

Baca Juga: 61% Pembayaran “Mobile” Dunia Terjadi di Asia

Sumber: Adjust

Terjadi kesenjangan yang cukup besar antara penopang teratas dan terbawah pertumbuhan.

Adjust menempatkan Meksiko sebagai negara dengan skor pertumbuhan e-commerce tertinggi dunia, yakni 49,83.

Chili berada di urutan kedua (48,42); Colombia (46,36); India (44,95); Brazil (44,59); Mesir (43,68).

Kemudian Arab Saudi (43,0); Argentina (42,64); Uni Emirat Arab (41,54); dan yang ke-10 Indonesia dengan skor pertumbuhan 38,23.

Sementara itu, 10 dari 30 negara dengan skor pertumbuhan e-commerce terendah, antara lain Belgia (19,7); Rusia (19,46); Swedia (18,59); Spanyol (18,51); Polandia (17,73).

Baca Juga: 2024, Pasar Pinjaman Online Indonesia Capai Rp430 Triliun

Lalu, Kanada (14,8); Jerman (12,85); Jepang (11,35); Singapura (11,23), dan Belanda (10,9). Skor pertumbuhan itu didasarkan pada data dari 3.500 aplikasi di App dan Google Play Store yang diluncurkan tahun di 31 negara.

Terjadi kesenjangan yang cukup besar antara penopang teratas dan terbawah pertumbuhan.

Tidak semua aplikasi masuk dalam radar penelitian karena, menurut firma riset eMarketer, jumlah unduhan aplikasi belanja di seluruh dunia per 2018 tumbuh 9,3% dari tahun sebelumnya menjadi 5,7 miliar.

Merujuk pada data tersebut, skor pertumbuhan e-commerce Indonesia diketahui sekitar 10 poin lebih besar dibanding rata-rata pertumbuhan global.

Baca Juga: 10 Tren Teknologi Pemerintahan 2019-2020

Itu juga menempatkan industri e-commerce Tanah Air sebagai yang paling tumbuh keempat di Asia dan teratas di Asia Tenggara. Sayangnya, hasil penelitian tersebut tidak menyebutkan nilai pasarnya.

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Adjust

Grafis: Adjust, TechnoBusiness Media