Pasar pinjaman online nasional diperkirakan bakal tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.

Gurugram, TechnoBusiness Insights ● Penyaluran pinjaman online atau yang dikenal dengan peer-to-peer lending di Indonesia diproyeksikan bakal mencapai angka Rp430 triliun pada 2024.

Baca Juga: 61% Pembayaran “Mobile” Dunia Terjadi di Asia

Jumlah itu, berdasarkan penghitungan firma riset Ken Research yang berpusat di India, naik lebih dari empat kali lipat jika dibandingkan dengan penyaluran pada 2018.

Meluasnya penetrasi internet dan semakin bertambahnya jumlah pengguna ponsel pintar diperkirakan akan meningkatkan akses pinjaman online hingga ke daerah-daerah terpencil di Tanah Air.

Apalagi, pinjaman online membantu mempersempit kesenjangan pendanaan yang dihadapi industri kecil dan menengah selama ini.

Baca Juga: Nilai Penjualan Produk Palsu US$1,82 Triliun

Dengan lebih dari 100 platform yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini, dan lebih dari 100 platform yang masih dalam jalur pendaftaran, pencairan pinjaman diyakini akan meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk mengatasi kerugian dari kurangnya basis deposan seperti bank, terang Ken Research, platform peer-to-peer lending akan terus berkolaborasi dengan lembaga keuangan dan bank besar.●

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Ken Research

Grafis: TechnoBusiness Media/Pixabay