Dalam 11 hari Telkomsel IIMS 2019, Mobilkamu berhasil memperoleh pesanan sebanyak 359 unit mobil.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Mobilkamu, platform penjualan mobil baru yang dikembangkan PT Mobilkamu Group Indonesia, berhasil memperoleh pendapatan kotor atau Gross Merchandise Value (GMV) senilai Rp75 juta dalam gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show 2019.

Pendapatan kotor itu diperoleh setelah Mobilkamu berhasil merilis 359 surat perintah kerja (SPK) selama 11 hari gelaran pameran tersebut yang berakhir 5 Mei lalu.

Baca Juga: Ditinggal Eksekutifnya, Tencent Music Rombak Manajemen

SPK terbanyak dikeluarkan untuk mobil Toyota, yakni berjumlah 130 unit. Dalam keterangan resmi perusahaan disebutkan, pemesan mobil 71,3% konsumen pria; 25% konsumen wanita; dan 3,1% konsumen korporasi.

Mobilkamu merupakan salah satu sponsor Telkomsel IIMS 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Mobilkamu membuka tiga booth: satu booth utama beukuran 10×10 meter persegi (m2) dan dua booth di area selasar hall A.

Untuk menarik konsumen, Mobilkamu menawarkan program undian berhadiah. Salah satu hadiahnya berupa sepeda motor Honda New PCX CBS 150 cc untuk lima pengunjung yang beruntung.


Baca Juga: Mayoritas Karyawan Habiskan THR untuk Berbelanja

Untuk diketahui, Mobilkamu didirikan oleh Wilton Halim, Caue Motta, dan Kalen Iselt. Wilton dan kawan-kawan mengembangkan platform tersebut sejak 2015.

Saat awal pendirian, Mobilkamu mendapatkan seed round senilai US$20.000 dari Melbourne Accelerator Program, Australia. Dua tahun kemudian mendapatkan seed round lagi dari East Ventures dan Denali Ventures Partners.

Pada Maret lalu, Mobilkamu baru saja memperoleh pendanaan seri A dari dua investor sebelumnya, yakni East Ventures dan Denali Ventures Partners, serta satu investor baru, Genesis Ventures.

Baca Juga: Dear YouTuber, Awas Akun Anda jadi Target “Phising”!

Perolehan sebanyak 359 pesanan dari konsumen selama gelaran pameran Telkomsel IIMS 2019 itu hanyalah gambaran kecil kinerja Mobilkamu yang tumbuh dengan baik.

Gambaran kecil itu bisa menjadi gambaran betapa menggiurkan pasar otomotif di Tanah Air. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah produksi mobil nasional tahun lalu mencapai 1,34 juta unit atau senilai US$13,76 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, “Kalau di pasar domestik, kita lebih unggul dari Thailand.” Jumlah itu ditargetkan terus meningkat hingga menembus angka 1,5 juta unit pada 2020.

Baca Juga: Union Brasserie Jakarta Masuk 50 Bar Terbaik Asia

Menurut Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, perusahaan riset dan konsultan bisnis yang berpusat di Tokyo, Jepang, Indonesia pasar yang besar sekaligus menggiurkan bagi siapa pun yang ingin berbisnis otomotif.

“Munculnya e-commerce tidak mematikan pemain offline, tetapi justru menambah kanal penjualan yang menguntungkan produsen dan konsumen,” kata Jeffrey kepada TechnoBusiness Indonesia di Jakarta, Kamis (16/5).

Sekalipun muncul platform-platform baru, peluang untuk bisa hidup tetap besar. Sebab, lanjut Jeffrey, pasarnya amat besar. “Jadi, wajar jika Mobilkamu pun bisa membukukan kinerja penjualan yang baik,” katanya.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: Mobilkamu


 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here