Pasar perkantoran global terimbas pandemi.

Pasar perkantoran global 2020 terimbas pandemi COVID-19. Kawasan Asia Pasifik tampak lebih tahan, tapi tidak juga kebal.

Jakarta, TechnoBusiness Insights • Pasar perkantoran global 2020 diyakini anjlok signifikan sebagai imbas dari pandemi COVID-19. Imbauan untuk bekerja dari rumah selama pandemi menjadi salah satu biang persoalan.

TechnoBusiness Insights: Pasar Wearable Global 2020 Tumbuh Dua Digit

Berdasarkan laporan terbaru perusahaan jasa properti komersial global asal Chicago, Illinois, Amerika Serikat, Cushman & Wakefield (NYSE: CWK) yang dirilis pada Senin (28/9), fundamental penyewaan perkantoran di berbagai negara terdampak pandemi.

“Kami mengamati dampak kolektif dari kondisi ini, termasuk hilangnya pekerjaan, kekosongan ruang perkantoran, harga sewa perkantoran, karakteristik geografis, dan perkembangan imbauan untuk bekerja dari rumah,” ungkap Chief Economist dan Global Head of Research Cushman & Wakefield.

Indikator-indikator itu kemudian menjadi bahan untuk memprediksi kapan pasar perkantoran global akan pulih dari gejolak. Rebecca Rockey, Global Head of Forecasting Cushman & Wakefield, mengatakan pasar perkantoran global akan kembali ke tingkat yang sama pada 2025.

TechnoBusiness News: Yummy Corp Raih Pendanaan Seri B Senilai US$12 Juta


Walau dampak dari tren bekerja dari rumah akan memperlambat pemulihan pasar perkantoran global, kata Rockey, sektor pekerjaan yang membutuhkan ruang kantor tetap tumbuh dan memiliki peran penting pada ekonomi ke depan.

“Asia Pasifik terus menunjukkan ketahanannya dibanding wilayah lain.”

Di Asia Pasifik (di luar China), dampak resesi terhadap pasar perkantoran global terlihat lebih lunak dan singkat dibanding daerah lain di dunia.

Karena itu, kondisi seluruh ekonomi di sebagian besar kawasan akan kembali ke level sebelum pandemi pada kuartal 3/2021.

Namun, dalam 6-18 bulan ke depan, pasar perkantoran global, terutama penyewaan, masih akan menghadapi tantangan karena melambatnya pembukaan lapangan kerja kantoran dalam jangka pendek dan hilangnya pekerjaan dalam jangka menengah.

TechnoBusiness Talks: TikTok Indonesia: “3 Tahun, 30 Miliar Views per Bulan”

Untuk ukuran yang lebih lama, pasar perkantoran di negara maju mengalami permintaan yang lebih rendah, yang tentu saja memperburuk nilai sewanya.

“Asia Pasifik terus menunjukkan ketahanannya dibanding wilayah lain, tapi tidak juga kebal terhadap dampak negatif akibat pandemi,” ujar Dominic Brown, Head of Insight and Analysis Cushman & Wakefield Asia Pasifik.

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Cushman & Wakefield, September 2020

Gambar: Pixabay


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here