Solusi pemantauan jarak jauh untuk pasien stroke sedang diuji coba oleh Biobeat.

Teknologi pemantauan jarak jauh untuk pasien stroke berhasil dikembangkan dan saat ini sedang diuji coba.

California, TechnoBusiness US • Beragam jenis penyakit baru terus muncul dengan kompleksitas yang berbeda. Untuk itu, para pemimpin teknologi kesehatan global terus berupaya menemukan cara untuk mengatasinya.

Baca Juga: Pasar Ponsel Pintar 5G Global 2020-2027 Tumbuh 122,7%

Salah satu temuan yang cukup revolusioner adalah pengembangan alat pemantauan jarak jauh yang dapat dikenakan pasien oleh Biobeat, perusahaan pengembang teknologi kesehatan yang berbasis di Petah Tikva, Israel.

Biobeat baru saja memperkenalkan solusi pemantauan kesehatan jarak jauh untuk pasien kecelakaan serebrovaskular akut (CVA), atau lebih dikenal dengan stroke, menggunakan perangkat yang dapat dikenakan.

Solusi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) itu saat ini sedang diuji coba bersama Vassar Brothers Medical Center, anak perusahaan Nuvance Health, New York.

Baca Juga: Pasar Ritel Indonesia Tumbuh Rendah Empat Tahun ke Depan


Perangkat pemantauan jarak jauh untuk pasien stroke berpotensi mengubah standar perawatan pasien.

Uji coba itu sekaligus untuk mengevaluasi kepraktisan dan penerimaan solusi pemantauan jarak jauh yang dikenakan pasien stroke yang sedang dirawat di rumah sakit.

Pengujian tersebut akan mengukur pasien dari monitor dada yang dapat dikenakan dan mengidentifikasi manfaat atau hambatan apa pun yang dihasilkan.

Solusi itu penting karena pasien stroke memerlukan pemantauan secara intensif, salah satunya terkait tekanan darah secara akurat dan real time.


Baca Juga: Asia Pasifik Bakal Dominasi Pasar Layanan Pengiriman Drone

Solusi pemantauan jarak jauh melalui perangkat yang dapat dikenakan itu memungkinkan pendeteksian dini jika terjadi sesuatu yang membahayakan pasien seperti pendarahan dan lain sebagainya.

“Perangkat pemantauan tanda vital kami yang dapat dikenakan memiliki potensi untuk mendukung staf perawatan dengan menyediakan data kesehatan pasien secara real-time dari kejauhan,” ungkap Arik Ben Ishay, CEO Biobeat, di Petah Tikva, Senin (1/3).


Jika uji coba perangkat pemantauan jarak jauh yang dapat dikenakan itu berhasil, maka temuan tersebut diyakini akan merevolusi banyak hal di bidang kesehatan.


Baca Juga: Alokasi Belanja TI Pemerintah di Seluruh Dunia 2021 Naik 5%

Selain memantau kondisi pasien secara real time, perangkat tersebut juga berpotensi mengurangi durasi rawat inap pasien di rumah sakit yang biayanya amat mahal.

Arik Eisenkraft, Chief Marketing Officer Biobeat, menyatakan perangkat pemantauan jarak jauh untuk pasien stroke tersebut berpotensi mengubah standar perawatan pasien dan itu amat potensial dipasarkan jika berhasil diaplikasikan.


Untuk diketahui, World Health Organization menyatakan stroke merupakan penyakit yang berbahaya. Dari 15 juta penderita store yang bertambah setiap tahun, 5 juta di antaranya meninggal, 5 juta lainnya cacat permanen.•

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness US • Foto: Biobeat

 

Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here