Nilai pengeluaran untuk sistem AI di Asia Pasifik tahun ini diperkirakan mencapai US$5,5 miliar.

Singapura, TechnoBusiness Insights ● Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai negara semakin masif. Tidak terkecuali di wilayah Asia Pasifik.

Oleh karena itu, dana yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan untuk menerapkan sistem AI tersebut pun meningkat pesat. Hal itu terungkap dalam laporan terbaru yang dirilis firma riset global International Data Corporation (IDC) belum lama ini.

Baca Juga: Ekonomi Asia Tenggara Tumbuh 5,1%, Indonesia Penopang Terbesar

Dalam laporan berjudul “Worldwide Semiannual Artificial Intelligence System Spending Guide” itu disebutkan bahwa nilai pengeluaran untuk sistem AI di Asia Pasifik, tidak termasuk Jepang, tahun ini mencapai hampir US$5,5 miliar.

Angka itu naik 80% dibanding pengeluaran tahun lalu. Proyek-proyek yang memanfaatkan kemampuan perangkat lunak AI akan terus berkembang secara agresif hingga bernilai US$15,06 miliar pada 2022.

Artinya, tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sepanjang 2018-2022 rata-rata sebesar 50%. Pengeluaran sistem AI untuk layanan pelanggan menyumbangkan nilai terbesar, yakni sekitar US%700 juta.

Baca Juga: Euromonitor, Waspadai Gejolak Ekonomi Global 2019

Dua pengeluaran terbesar berikutnya disumbangkan oleh proyek rekomendasi penjualan dan otomatisasi senilai US%450 juta dan sistem otomatisasi proses intelijen senilai US$350 juta.

“AI mengubah dunia seperti yang kita bicarakan,” kata Swati Chaturvedi, analis pasar senior IDC Asia Pasifik, di Singapura. “Faktanya, Asia Pasifik dengan cepat mendorong pertumbuhan dalam adopsi AI karena ekosistem digitalnya yang subur dan baru lahir.”

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: IDC

Foto: Istimewa

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here