Teknologi platform semestinya lekas diadopsi oleh perusahaan.

Meski kian lazim ditemukan, tapi teknologi platform belum dikenal oleh banyak orang di Indonesia.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● McKinsey, firma konsultan manajemen global yang berbasis di New York, Amerika Serikat, McKinsey, memproyeksi sampai 2025 lebih dari 30% aktivitas ekonomi dunia atau sekitar US$60 triliun mampu dimediasi oleh teknologi platform digital.

Baca Juga: Hadi Kuncoro: E-commerce Perbanyak Barang Impor Itu Begini Hitung-Hitungannya…

Namun, para ahli memperkirakan baru 3% dari perusahaan di dunia yang mengadopsi strategi platform secara efektif. Karena itu, para pebisnis diharapkan memahami manfaat teknologi platform dan segera mengadopsinya.

Para ahli memperkirakan baru 3% dari perusahaan di dunia yang mengadopsi strategi teknologi platform secara efektif.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur PT Computrade Technology International (CTI Group) Rachmat Gunawan dalam CT IT Infrastructure Summit 2020 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut Rachmat, sebenarnya teknologi platform sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Ia mencontohkan, seperti operating system, computing, database, storage, dan aplication programming interface (API).

Baca Juga: 4 Cara Efektif Mengukur Dampak Pemasaran Perusahaan


“Akan tetapi, di Indonesia, istilah teknologi platform masih identik dengan perusahaan digital native atau startup seperti Gojek, Dana, atau Traveloka,” katanya.

Padahal, jika perusahaan yang sudah eksis puluhan tahun, bahkan lebih, beralih ke teknologi platform bisa memanfaatkan inovasi ekosistem dan mengubah pesaing menjadi mitra.

Dengan teknologi platform Intelligent Edge, Justin Chiah, Senior Director Hewlett Packard Enterprise Asia Tenggara, mencontohkan, perusahaan dapat memaksimalkan pendapatan berkat pengalaman pengguna yang lebih cepat, lebih dinamis, dan lebih personal.

Baca Juga: 5 Cara Optimalkan Biaya Logistik Tanpa Pangkas Kualitas Layanan

“Saat ini, bisnis telah memasuki era teknologi platform yang solusi internal tidak lagi menjadi yang utama,” ujar Panji Wasmana, Chief Technology Officer IBM Indonesia.

Tapi, fokus pada bagaimana berkolaborasi dengan pihak eksternal dan membuka seluas-luasnya kesempatan untuk berinovasi dengan menggunakan platform.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: CTI Group

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here