Pasar data center di Asia Tenggara terus tumbuh cepat.

Pasar data center di Asia Tenggara mencatatkan pertumbuhan tercepat di dunia yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi kawasan.

Singapura, TechnoBusiness Insights • Pasar data center di Asia Tenggara, menurut studi terbaru Digital Realty dan Eco-Business, dalam lima tahun ke depan diproyeksikan tumbuh tercepat di dunia.

Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap 100 Best Global Brands 2020

Indikatornya, selama beberapa tahun terakhir, pasar data center di kawasan regional ini—yang dipimpin oleh Singapura—telah mengalami pertumbuhan permintaan data yang eksponensial.

Seperti diketahui, perusahaan-perusahaan di kawasan ini berkembang pesat sehingga mendorong permintaan infrastruktur teknologi informasi yang cukup kuat.

Dalam survei terhadap lebih dari 200 ahli di Singapura, Malaysia, dan Indonesia selama Mei-Juli 2020, sebanyak 96% responden mengindikasikan bahwa pandemi COVID-19 telah meningkatkan permintaan data.

Baca Juga: Pasar Vending Machine Global Bernilai US$7,63 Miliar


Permintaan data yang meningkat itu tentu saja diikuti dengan meningkatkan permintaan infrastruktur teknologi digital dan data center. Akibatnya, pasar data center di Asia Tenggara tumbuh lebih cepat.

Indonesia dan Malaysia tampil sebagai bintang yang berkembang pesat di pasar data center Asia Tenggara dan sedang naik daun.

“Asia Tenggara telah muncul sebagai kawasan yang sangat dicari dengan Singapura tampil sebagai penyumbang sekitar 60% dari total pasar data center sekawasan,” ungkap Managing Director Digital Realty Asia Pasifik Mark Smith. 

Ke depan, Singapura berpeluang besar memperkuat kepemimpinan pasar data center regional dan membangun posisinya sebagai hub data center global pasca-pandemi.

Baca Juga: 5 Tren Belanja Pasca Kemunculan Pandemi COVID-19

Namun demikian, responden dalam studi Digital Realty dan Eco-Business itu menyoroti masih kurangnya kesadaran lingkungan (71%) dan kurangnya investasi (65%).

Selain itu, juga minimnya kolaborasi dari pemangku kepentingan (61%) sebagai tantangan utama pasar data center yang berkelanjutan.

Iklim tropis dan kesenjangan kebijakan di Asia Tenggara juga menjadi penghalang tambahan pertumbuhan pasar data center regional.

Baca Juga: Penjualan Ritel Online di Asia Pasifik Bernilai US$2,5 Triliun

Khusus Singapura memiliki kendala tambahan, yakni berupa keterbatasan lahan dibanding pasar data center lain di kawasan.

Walau begitu, “Asia Tenggara merupakan rumah bagi beberapa ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” ujar Managing Director Eco-Business Jessica Cheam.

Pertumbuhan ekonomi itu berimbas pada percepatan permintaan terhadap layanan data. Dengan latar belakang itu, sangat penting bagi penyedia data center menemukan cara untuk memenuhinya.


Baca Juga: Pasar Perangkat Game Global Tumbuh Selama Pandemi

Digital Realty dan Eco-Business juga menyebutkan bahwa Indonesia dan Malaysia tampil sebagai bintang yang berkembang pesat dan sedang naik daun.

Sehingga diharapkan akan mendongkrak pertumbuhan pasar data center di negara-negara tersebut juga kawasan regional.

Saat ini, kedua negara menawarkan kemudahan akses dan biaya masuk yang lebih rendah daripada Singapura. Lebih dari itu, mereka juga memiliki pasar teknologi digital yang besar, muda, dan tumbuh cepat.•

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Digital Realty dan Eco-Business, Oktober 2020

Foto: Pixabay

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here