Pertumbuhan bisnis cloud cenderung melambat karena terkendala beberapa faktor. Apa saja itu?

New York, TechnoBusiness Insights ● Potensi pasarnya masih sangat besar, tetapi pertumbuhan bisnis cloud mulai dikhawatirkan, terutama di kalangan para pengambil keputusan teknologi informasi.

Baca Juga: 5 Cara Optimalkan Biaya Logistik tanpa Pangkas Kualitas Layanan

Apa sebabnya? Merujuk pada data terbaru yang dirilis periset pasar Wakefield Research dan penyedia cloud Logicworks pada Kamis (13/2), ada beberapa fakta yang dinilai menghambat pertumbuhan bisnis cloud.

Dalam riset tersebut diketahui sebanyak 94% pengambil keputusan teknologi informasi perusahaan mengaku pertumbuhan bisnis cloud terhambat karena kekurangan talenta.

Baca Juga: Nodeflux Mulai Arahkan Teknologinya untuk Perbankan

Bahkan, mereka menempatkan kekurangan talenta itu sebagai tantangan utama dalam pertumbuhan bisnis cloud. Riset tersebut sekaligus menjawab mengapa pertumbuhan bisnis cloud akhir-akhir ini melambat.


Dari riset yang dilakukan selama 3-13 Januari lalu itu mengartikan jika melambatnya pertumbuhan bisnis cloud bukan disebabkan oleh faktor teknis, melainkan nonteknis.

Baca Juga: Rata-Rata CEO di Dunia Pesimistis Terhadap Laju Perekonomian

Hal itu dipertegas oleh 86% dari 400 pengambil keputusan teknologi informasi yang disurvei percaya bahwa pertumbuhan bisnis cloud tahun ini akan melambat karena kekurangan insinyur yang berkualifikasi.

Hampir 2 dari 3 (63%) responden sepakat bahwa menemukan insinyur berkualifikasi lebih sulit ketimbang mencari Bigfoot, makhluk raksasa mirip kera yang hidup di hutan-hutan Barat Daya Pasifik, Amerika Utara.

Baca Juga: Nilai Investasi Kota Pintar Global 2020 Capai US$124 Miliar

Kekurangan talenta itu bukan hanya memperlambat pertumbuhan bisnis cloud, melaikan juga menjadikan para insinyur yang ada lebih sering dihubungi para perekrut.

Alhasil, saling bajak antarperusahaan pun tak terhindarkan, dan 77% pengambil keputusan teknologi informasi menyatakan pergantian staf mengganggu operasional cloud.

Baca Juga: Inilah Data Penjualan Ponsel Pintar Global 2019-2021

Selain minimnya talenta, kekurangselarasan antareksekutif perusahaan—karena banyak yang tak memahami tujuan penggunaan cloud—juga memperlambat pertumbuhan bisnis cloud.

Setidaknya, 4 dari 5 (84%) pemimpin teknologi informasi berharap eksekutif perusahaan mereka lebih memahami apa yang dilakukan departemennya. Sebab, 76% di antara mereka merasa pemimpin perusahaannya meremehkan biaya dan upaya manajemen cloud.

Baca Juga: 10 Merek Paling Bernilai di Dunia 2020

Itu sebabnya, manajer teknologi informasi sering menghadapi tantangan di banyak bidang—yang berimbas pada pertumbuhan bisnis cloud. Akhirnya, 40% di antaranya memilih menyerahkannya kepada konsultan. ●

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Wakefield Research dan Logicworks, Februari 2020

Foto: Pixabay

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here