Pasar konferensi video global tumbuh pesat

Pertumbuhan pasar konferensi video global dipercepat oleh pandemi virus Corona (Covid-19).

Dublin, TechnoBusiness Insights ● Pasar konferensi video global mendadak bergairah lebih cepat dari biasanya. Jika sebelumnya hanya diramaikan oleh telekonferensi sebagian kecil perusahaan, kini hampir semua.

Baca Juga: VooV Meeting, Kompetitor Zoom yang Tawarkan Gratis hingga 300 Peserta

Penyebabnya, orang-orang sejagat diimbau untuk tetap di rumah: bekerja dan belajar dari rumah menyusul mewabahnya pandemi virus Corona (Covid-19).

Untuk menunjang semua itu dibutuhkan platform konferensi video yang mumpuni. Wajar jika perusahaan-perusahaan teknologi besar berlomba-lomba menawarkan platformnya.

Baca Juga: Waspadai Aplikasi Zoom Palsu yang Berbahaya!

Tencent, raksasa teknologi asal China, misalnya, langsung meluncurkan VooV Meeting, platform konferensi video versi internasional dari Tencent Cloud, pada 20 Maret lalu.


Zoom, platform konferensi video yang diluncurkan Zoom Video Communications, Inc. (Nasdaq: ZM) asal San Jose, California, pada April 2011, langsung tenar dan kapitalisasi pasarnya melonjak.

Google pun memperkenalkan Google Meet, WhatsApp menambah jumlah peserta panggilan video dari empat menjadi delapan orang, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Apple Akuisisi Perusahaan “Live Event Streaming” NextVR

Nah, periset pasar ResearchAndMarkets yang berbasis di Dublin, Irlandia, mencatat pasar konferensi video global pada 2018 bernilai US$3,71 miliar.

Pasar konferensi video tersebut diyakini bakal berkembang dengan pertumbuhan rata-rata tahunan gabungan 11,2% menjadi US$9,65 miliar pada 2027.

Pertumbuhan itu didorong oleh adanya peningkatan infrastruktur komunikasi berkecepatan tinggi, kebutuhan konferensi video yang kian masif, terutama bagi perusahaan multinasional.

Baca Juga: Ini Alasan Duo Pendiri Google Mengundurkan Diri

Juga, dikarenakan tuntutan untuk mempercepat komunikasi tanpa harus bertemu dengan tujuan menekan pengeluaran perusahaan, dan alasan-alasan lain.

Asia Pasifik, menurut ResearchAndMarkets, merupakan pasar konferensi video dengan pertumbuhan yang menguntungkan selama periode perkiraan karena kebutuhan yang kuat.

Namun, untuk diketahui, data itu berbeda dari yang dirilis oleh periset pasar asal San Antonio, Texas, Frost & Sullivan, beberapa waktu itu.

Baca Juga: Isi Lengkap Surat Terbuka Belva Devara yang Mundur dari Stafsus Presiden

Dalam penghitungan Frost & Sullivan, pasar konferensi video global lebih besar daripada perkiraan ResearchAndMarkets yang pada 2023 saja sudah mencapai US$13,82 miliar.●

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: ResearchAndMarkets, Frost & Sullivan

Foto: Pixabay

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here