TechnoBusiness News
Dorong Ekosistem Data Center di Indonesia, IDCEC Didirikan
IDCEC hadir untuk memperkuat kolaborasi dan kemandirian ekosistem data center di Indonesia.
● Pengembangan SDM, regulasi, dan praktik berkelanjutan menjadi fokus utama asosiasi.
● “IDCEC hadir untuk menyatukan berbagai kepentingan dalam satu ekosistem kolaborasi.”
Jakarta, TechnoBusiness ID ● Indonesia Data Center Ecosystem Council (IDCEC) resmi diperkenalkan sebagai wadah kolaborasi para pemangku kepentingan industri data center di Indonesia. Kehadiran IDCEC diarahkan untuk memperkuat ekosistem data center yang aman, berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing di Asia Tenggara.
Asosiasi ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur data center akibat pertumbuhan cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan ekonomi digital.
Ketua Umum IDCEC Nawi Jaya menjelaskan pertumbuhan industri perlu diikuti kolaborasi yang lebih erat. Kolaborasi tersebut melibatkan industri, pemerintah, regulator, akademisi, investor, dan tenaga profesional. “IDCEC hadir untuk menyatukan berbagai kepentingan dalam satu ekosistem kolaborasi, sehingga pertumbuhan industri data center tidak hanya mengejar kapasitas, tetapi juga memperkuat kemandirian, kompetensi SDM, dan daya saing Indonesia,” ujar Nawi.
Menurutnya, data center kini menjadi infrastruktur vital bagi masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, IDCEC akan mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik. Asosiasi juga akan memperkuat dialog antara pelaku industri dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya.
IDCEC mengusung tiga pilar utama melalui konsep A.C.E., yakni Advise, Connect, dan Elevate. Advise berperan sebagai kompas strategis bagi industri, regulator, dan institusi pendidikan. Connect membangun jejaring kolaborasi, sedangkan Elevate diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
Dalam lima tahun ke depan, IDCEC memprioritaskan penguatan kolaborasi di seluruh ekosistem data center. Fokus lainnya mencakup pertukaran pengetahuan, praktik terbaik, serta pengembangan industri berkelanjutan. Program tersebut juga mencakup pelatihan, sertifikasi, dan pembukaan akses lebih luas bagi tenaga kerja lokal.
Penguatan SDM dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan tenaga profesional data center. Kompleksitas AI dan infrastruktur komputasi menuntut kesiapan tenaga lokal. Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi mampu memiliki kapasitas industri sendiri.
Dari sisi regulasi, IDCEC juga mendorong ruang dialog yang konstruktif antara industri dan pemerintah. Ketua Bidang Regulasi dan Hukum IDCEC Nico Mooduto menjelaskan bahwa diperlukan komunikasi yang lebih terstruktur agar kebijakan selaras dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin membangun komunikasi yang lebih terstruktur antara pelaku industri dan regulator, sehingga kebijakan yang lahir dapat memberikan kepastian sekaligus mendukung pertumbuhan data center yang aman, berkelanjutan, dan kompetitif,” ujarnya.
Ke depan, IDCEC akan membangun kolaborasi antaranggota serta mengembangkan program industri dan kompetensi. Asosiasi juga akan melibatkan pemangku kepentingan dalam pembahasan kebijakan dan standar industri.
Target IDCEC, kata Nawi, bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai tempat bertumbuhnya fasilitas data center, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat Indonesia memiliki kemampuan, SDM, standar, dan daya saing sendiri.●
PURJONO AGUS SUHENDRO/TechnoBusiness ID
