Bandara Malaysia ditargetkan jadi pusat logistik Asia Tenggara.

Alibaba Group mendukung bandara Malaysia menjadi pusat logistik Asia Tenggara dengan membangun e-fullfillment hub baru.

Sepang, TechnoBusiness MY • Alibaba Group, konglomerasi bisnis digital asal China, mendukung bandara Malaysia, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), menjadi pusat logistik Asia Tenggara ke depan.

Baca Juga: Percepat Transformasi Digital, AirAsia Bakal Terapkan “Self Service”

Pada Selasa (3/11) lalu, Alibaba dan Malaysia Airports’ Aeropolis, resmi mengoperasikan e-fulfillment hub baru, yakni Cainiao Aeropolis eWTP Hub.

Cainiao Aeropolis eWTP Hub, yang sebelumnya dikenal sebagai KLIA Aeropolis DFTZ Park, dibangun menjadi pusat logistik Asia Tenggara sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi Malaysia.

Juga, seperti kata CEO Malaysia Airports Dato ‘Mohd Shukrie Mohd Salleh, untuk mendukung peningkatan arus perdagangan di kawasan yang lebih luas.

Baca Juga: Resesi Ekonomi, 65% PDB Asia Pasifik akan Didigitalisasi


Saat ini, operator bandara Malaysia terus mencari inisiatif untuk memanfaatkan landbank KLIA yang luasnya mencapai 10 x 10 kilometer.

Cainiao Aeropolis eWTP Hub menempati 60 hektare (2,6 juta kaki persegi) dengan ruang gudang seluas 1,1 juta kaki.

Dato ‘Mohd Shukrie yakin fasilitas baru itu mampu meningkatkan volume kargo sebesar 700.000 metrik ton sehingga melipatgandakan volumel logistik bandara Malaysia saat ini menjadi 1,4 juta per tahun pada 2029.

Baca juga: Pendapatan Blockchain Global pada 2020 Anjlok 35%

“Kami menargetkan pasar vertikal dari otomotif, peralatan olahraga, mode dan gaya hidup, ritel elektronik, dan sektor peralatan medis,” kata dia.


Cainiao Aeropolis eWTP Hub dibangun menjadi pusat logistik Asia Tenggara sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi Malaysia.

Dengan begitu, operator bandara Malaysia berharap dapat menggandakan jumlah penerbangan kargo, bahkan menjadi pusat logistik Asia Tenggara, dalam 10 tahun mendatang.

Perbaikan konstan melalui otomatisasi, robotika, kecerdasan buatan, dan big data akan terus dilakukan untuk mendukung upaya itu.

Baca Juga: Produsen Benang Sintetik AS Duga Indonesia Lakukan Dumping

Ada potensi untuk mencapai produk domestik bruto setidaknya US$10,1 miliar dan menciptakan lebih dari 100.000 pekerjaan pada tahun ke-10 sejak Cainiao Aeropolis eWTP Hub beroperasi.

“Cainiao Aeropolis eWTP Hub akan memainkan peran infrastruktur strategis dalam memfasilitasi perdagangan lintas batas bagi usaha kecil dan menengah,” ungkap General Manager Cainiao Smart Hub Eric Xu.

Untuk diketahui, Cainiao Smart Logistics Network Limited semula bernama China Smart Logistics Network. Cainiao merupakan anak perusahaan Alibaba Group dan berpusat di Hangzhou, China.•

—Mohd. Fateh, TechnoBusiness MY • Foto: Malaysia Airports

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here