Reckitt dan Warung Pintar Group menjalin kemitraan strategis.

Reckitt, produsen produk kebersihan global asal Inggris, memperluas pasarnya di Indonesia lewat Warung Pintar Group.   

Jakarta, TechnoBusiness ID • Reckitt Benckiser Indonesia, perwakilan produsen fast moving consumer goods (FMCG) global asal Slough, Inggris, di Tanah Air, kian memperkuat kerja samanya dengan Bizzy Commerce Indonesia.

Baca Juga: Strategi Es Krim Aice Menaklukkan Pasar Indonesia

Bizzy merupakan perusahaan startup di bidang logistik dan rantai pasok B2B yang didirikan di Jakarta pada 2015 dan telah diakuisisi oleh Warung Pintar Group pada awal 2021.

Karena sekarang Bizzy berada di bawah naungan Warung Pintar Group, maka Reckitt mempunyai kesempatan untuk memperluas penetrasi pasar produk Dettol, Vanish, Harpic, dan lainnya hingga 10 kali lipat.

Sebab, jika kerja sama dengan Bizzy sebelumnya hanya menjangkau sekitar 50.000 toko ritel, kini meningkat hingga 500.000 warung yang tersebar di lebih dari 100 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Mengungkap Strategi AWS Indonesia dalam Menggaet Pelanggan



Dengan begitu, menurut Agung Bezharie, CEO Warung Pintar Group, Reckitt pun memperoleh keuntungan atas akuisisi Bizzy oleh Warung Pintar Group.


Sekarang, “Dengan menghubungkan Reckitt langsung kepada para pemilik warung dan toko, seluruh pihak di ekosistem ritel dapat memperoleh keuntungan secara menyeluruh,” katanya.

Reckitt dapat mengakses seluruh data terkait alur rantai pasok, pemasaran, dan permintaan produk oleh konsumen di warung-warung untuk kemudian dianalisis sebagai bahan pengembangan berikutnya.


Baca Juga: Inavoice: “Kami Punya 200 Voice Over Talent dari 30 Negara”

Itu sesuai dengan misi Warung Pintar Group yang ingin menghadirkan kemudahan bagi seluruh pihak di ekosistem ritel, termasuk pendekatan yang fokus pada merek.

Langkah itu juga untuk memenuhi permintaan produk-produk kesehatan dan kebersihan di warung dan toko ritel yang meningkat rata-rata 24% per bulan selama pandemi.


Untuk dipahami bahwa peningkatan penjualan di warung-warung jaringan Warung Pintar Group didorong oleh diperolehnya produk dengan harga yang 20% lebih murah karena berasal langsung dari prinsipal.

Baca Juga: Mengintip Strategi Expedia yang Baru di Era Normal Baru

Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting

“Melihat peran dan potensi warung sebagai tempat untuk menyalurkan 74% barang di Indonesia, kami sangat mendukung transformasi digital yang dihadirkan oleh Warung Pintar Group,” kata Rudy Adrian, E-Commerce Sales Director Reckitt.

Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, menilai kerja sama antara Reckitt dan Warung Pintar Group amat strategis dan menguntungkan kedua perusahaan.


“Di satu sisi, Reckitt dapat memangkas rantai distribusi dan mendistribusikan produk-produknya langsung ke rantai pasok terakhir,” katanya.


Baca Juga: Banyak Pelaku Industri Pariwisata Ekspansi ke E-commerce

Di sisi yang lain, Warung Pintar Group memperoleh suplai langsung dari prinsipal sehingga menjamin kepastian ketersediaan produk dengan harga produk yang lebih murah.

Ke depan, lanjut Jeffrey, Warung Pintar Group tinggal memperbanyak kerja sama dengan prinsipal-prinsipal untuk semakin melengkapi produk-produk yang ditawarkan seraya memperbanyak jaringan warungnya.


“Strategi itulah yang memungkinkan Warung Pintar Group berpeluang menjadi pemain ritel utama di produk-produk FMCG, meski hanya mengembangkan warung-warung kecil,” ujar Jeffrey.

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID Foto: Warung Pintar Group


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here