Sepertinya strategi es krim Aice berhasil diterapkan di Indonesia.

Beginilah strategi es krim Aice asal Singapura dalam memperoleh ceruk pasar di Indonesia. Ingin tahu seperti apa? 

Jakarta, TechnoBusiness ID • Aice, merek es krim milik Aice Group Holdings Pte. Ltd. asal Singapura, memang baru masuk ke pasar Indonesia lima tahun terakhir. Tapi, siapa yang tidak tahu es krim Aice sekarang ini?

Baca Juga: Volume Transaksi Digital BSI Tembus Rp40,85 Triliun

Es krim Aice sudah cukup dikenal oleh penggemar es krim di Tanah Air, terutama anak-anak. Produknya yang khas seperti es krim Aice Mochi dan Aice Susu Telur membuatnya amat digemari.

Tapi, sebenarnya seperti apa sih strategi es krim Aice untuk mencuri ceruk pasar di Indonesia? Sylvana, brand manager sekaligus juru bicara Aice Group, membocorkan rahasia sukses es krim Aice di Indonesia.

Strategi es krim Aice di Indonesia, menurut Sylvana, yang pertama adalah dengan menawarkan beragam varian produk baru yang inovatif seperti es krim Aice rasa Mochi, Sweet Corn, Double Chocolate Crispy, dan lainnya.


Baca Juga: Nilai Paten ZTE Saat Ini Lebih dari Rp100,6 Triliun



“Varian es krim Aice Mochi merupakan contoh kekuatan inovasi yang tinggi dari produk kami. Kulit Mochi yang kenyal dirasakan konsumen adalah hasil dari inovasi pengolahan yang cukup high-end,” katanya.

Berkat teknologi produksi yang mampu meletakkan cokelat di lapisan paling luar es krim, Aice pun menjadi pelopor es krim double chocolate dan double crispy, dua varian es krim Aice yang best seller di pasar Indonesia.

Kedua, selain mengusung prinsip “Yang pertama selalu dari Aice”, strategi es krim Aice menaklukkan pasar Indonesia adalah dengan mematok harga produk yang terjangkau.


Baca Juga: Mengungkap Strategi AWS Indonesia dalam Menggaet Pelanggan

Jika sebelumnya es krim diposisikan sebagai barang mewah dan hanya dikonsumsi oleh konsumen pada momen-momen tertentu, kini tidak lagi. Sebab, harga terjangkau menjadi strategi es krim Aice berikutnya.

Ketiga, strategi es krim Aice yang tak kalah penting yaitu penguatan rantai pendingin, jaringan distribusi, dan pemasar kecil serta tradisional, agar penetrasi pasarnya merata hingga ke pelosok daerah.

Sylvana mengatakan setidaknya ada ratusan distributor berskala besar dan lebih dari 250.000 warung dilibatkan untuk menjadi big push dalam pendistribusian produk es krim Aice ke seluruh Indonesia.


Baca Juga: Inavoice: “Kami Punya 200 Voice Over Talent dari 30 Negara”

Konsekuensinya, belanja modalnya menjadi sangat besar, terutama untuk menghadirkan ratusan ribu freezer di warung-warung, selain distributor-distributor juga mesti membangun gudang penyimpanan yang layak.

Meski begitu, strategi es krim Aice yang kompehensif itu dinilai sukses. “Angka 250.000 [warung] adalah angka yang fantastis,” kata Sylvana menjelaskan.

Bukan hanya lewat produk secara langsung, strategi es krim Aice dalam memikat hati pelanggan di Indonesia rupanya juga dilakukan lewat jalan yang lain, yaitu peduli terhadap kesehatan konsumen.


Baca Juga: Mengintip Strategi Expedia yang Baru di Era Normal Baru

Untuk melaksanakan strategi yang keempat tersebut, Aice bahkan rela memproduksi puluhan juta masker medis sendiri yang kemudian dibagikan kepada konsumen di Indonesia.

“Berbagai langkah bisnis kami yang dinilai oleh sebagian pihak sebagai cara yang revolutif dan super inovatif sesungguhnya berawal dari nilai-nilai sederhana yang diterapkan oleh Aice,” kata Sylvana.

Untuk diketahui, ada empat huruf yang mewakili empat nilai inti Aice, yaitu A untuk kualitas grade A atau terbaik; I untuk inovasi; C untuk cheerful atau ceria; dan E untuk share atau berbagi ke seluruh konsumen di Indonesia.


Baca Juga: Banyak Pelaku Industri Pariwisata Ekspansi ke E-commerce

Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, menilai strategi es krim Aice dalam mencuri ceruk pasar di Indonesia memang patut diacungi jempol.

“Kelihatan sekali strateginya dipikirkan dengan sangat matang sehingga langkah-langkahnya berbuah pertumbuhan bisnis,” katanya kepada TechnoBusiness ID, Rabu (28/4).


Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting

Padahal, untuk menaklukkan pasar es krim Indonesia jelas tidak mudah karena sudah didominasi oleh tiga pemain besar seperti Walls, Campina, dan Diamond.

Bahkan, kata Jeffrey, jika strategi es krim Aice konsisten bisa jadi semakin mengancam merek-merek yang sudah lebih dulu ada tersebut.

Baca Juga: Tingkat Produktivitas Pekerja Global Turun, Indonesia Juga


“Yang pasti, inovasi produk, harga terjangkau, dan distribusi yang luas menjadi tiga kunci yang tak bisa dihindari dalam memasarkan es krim di Tanah Air,” jelas Jeffrey.•

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID • Foto: Aice


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here