Sebagian orang mungkin tak pernah kembali ke kantor pasca-pandemi.

Pandemi COVID-19 memaksa orang lebih cepat bekerja dari rumah dan—mungkin—sebagian besar tak akan pernah kembali ke kantor.

New York, TechnoBusiness Insights ● Orang-orang mungkin mengaku kangen kembali ke kantor setelah tiga bulan bekerja dari rumah karena pandemi virus Corona.

Baca Juga: Terra Drone Corporation Kepincut Pasar Asia Tenggara

Tapi, sesungguhnya itu pengakuan kamuflase semata. Yang benar, hampir semua orang merasa bekerja “bebas” dan tak kembali ke kantor amat enak.

Studi terbaru dua tahunan “2020 Global Virtual Work Survey” yang dilakukan oleh RW3 CultureWizard dengan melibatkan 2.700 profesional bisnis di 106 negara menguatkan fakta itu.

Studi tersebut menunjukkan preferensi yang kuat untuk terus bekerja dari jarak jauh, bahkan ketika mereka memiliki pilihan kembali ke kantor.

Baca Juga: 3 Cara Bertahan Startup dari Badai Corona ala Qoala


Presiden RW3 CultureWizard Charlene Solomon mengatakan ada perubahan mendasar yang terjadi di dunia kerja global.

“Kita tidak dapat berasumsi lagi bahwa orang-orang kembali ke kantor di mana mereka berkomunikasi tatap muka, kita menemukan fleksibilitas dan produktivitas bekerja dari rumah akan tetap ada,” katanya.

Jadi, begitu 89% responden mengakui kerja tim virtual mereka sangat penting bagi produktivitas, itu berarti perusahaan menyadari ada perubahan pola kerja dan kembali ke kantor tak lagi relevan.

Baca Juga: 4 Tips Dongkrak Trafik Website yang Belum Populer

Namun, tak kembali ke kantor bukan tanpa tantangan. Sebanyak 65% responden melaporkan komunikasi virtual lebih sulit ketimbang komunikasi langsung.

Sebanyak 54% responden juga mengaku perlu menyesuaikan komunikasi mereka karena kurangnya kontak visual dengan karyawan yang lain.

Studi menunjukkan bekerja secara virtual dapat memperburuk perbedaan dalam gaya dan budaya kerja individu.

Baca Juga: 5 Cara Menjadi Trader Sukses ala Tokenomy

Karena itu, dibutuhkan kesadaran pemimpin dan pekerja bahwa tak kembali ke kantor dan bekerja secara virtual harus tetap berkinerja tinggi tanpa mengurangi manfaat keanekaragaman.●

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: RW3 CultureWizard

Foto: Pixabay

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here