Tren penataan ruang kantor mengikuti co-working space.

Tren penataan ruang kantor di seluruh dunia berbeda jauh sejak diberlakukan normal baru. Jadi seperti apa?  

Connecticut, TechnoBusiness Insights • Pandemi COVID-19 telah mewabah selama satu tahun lebih dan sebagian besar karyawan kantoran di seluruh dunia belum kembali ke kantor.

Mereka kebanyakan masih bekerja jarak jauh dari rumah atau mana saja yang dianggap aman dari penularan virus, yang mungkin akan terus begitu dalam jangka waktu lama.

Baca Juga: Nilai Pasar Tas Travel Global Ternyata Cukup Atraktif

Nah, bagi perusahaan-perusahaan yang sudah mengakomodasi karyawan untuk bekerja di kantor, itu pun tidak sepenuhnya dalam waktu yang bersamaan, sudah mulai berpikir menata ulang ruang kantor.

Berdasarkan studi yang dilakukan firma riset pasar Gartner Inc. (NYSE: IT) pada Februari dan dilaporkan pada Maret, terungkap bahwa tren penataan ruang kantor berbeda jauh antara pra dan pasca-COVID-19.

Tren penataan ruang kantor yang paling kentara pasca-pemberlakuan normal baru adalah membongkar sekat-sekat antar-tempat duduk karyawan dan mengubahnya menjadi tempat kerja bersama.



Baca Juga: Ferrari Trento Kembali ke Podium Ajang Formula 1 Tahun Ini

Perubahan tren penataan ruang kantor itu tampak sepele, tapi sebetulnya akan memengaruhi banyak hal, termasuk terhadap karyawan, keuangan perusahaan, dan pasar real estat ke depan.

“Konsekuensi yang paling jelas adalah perusahaan membutuhkan lebih sedikit ruang kantor per karyawan,” kata Tammy Shoham, Direktur Gartner Finance, dalam pernyataan resminya, Selasa (23/3).


Gartner tak memungkiri memang sulit memprediksi dampak yang terjadi terhadap pasar properti dalam jangka panjang secara akurat, tetapi dalam jangka pendek sudah dapat dirasakan.

Baca Juga: Seperti Apa Tren Pengguna TikTok di Indonesia Saat Ramadan?

Setidaknya lebih banyak pekerja kantoran yang perlu membiasakan diri untuk tidak memiliki meja sendiri. Ruang bersekat yang kemudian dikosongkan dapat dimanfaatkan untuk fasilitas lain.

Survei itu agak berbanding terbalik dengan tuntutan menjaga jarak sebagai protokol kesehatan yang digalakkan pemerintah-pemerintah di berbagai negara.


Tapi, sebagian besar responden yang terdiri dari pemimpin perusahaan keuangan dan real estat memprediksi lebih dari 25% karyawan akan menempati tempat duduk bersama dalam 1-2 tahun ke depan.

Baca Juga: Nilai Pasar OTT Indonesia akan Melesat ke US$4,45 Miliar

Kata Shoham, tren penataan ruang kantor akan mengarah pada pola hybrid yang memungkinkan melayani sedikit karyawan sekaligus mengefesiensikan ruang yang ada.•

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Gartner, Maret 2021

Foto: Pixabay


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here