Bagaimana kinerja enam besar pasar e-commerce Asia Tenggara saat ini?

Singapura, TechnoBusiness Insights Pada Februari lalu, China telah menjadi negara pertama di dunia yang mencatatkan transaksi pasar e-commerce-nya melampaui ritel offline-nya.

Baca Juga: Mitra Integrasi Raih Microsoft Indonesia Partner of the Year

Berdasarkan data dari eMarketer, firma riset pasar asal New York, transaksi pasar e-commerce China telah mencapai 52,1%, naik dari tahun lalu yang sebesar 44,8%, dari total transaksi ritel yang ada.  

Itu berarti konsumen di Negeri Panda tersebut sudah lebih menyukai berbelanja secara online ketimbang pola konvensional, persentase yang belum dirasakan oleh pasar dari negara mana pun.

Baca Juga: Meituan Asal China Perkenalkan Drone Logistik Baru

Pertanyaannya, bagaimana dengan pasar e-commerce Asia Tenggara? Pasar e-commerce di Amerika Serikat saja baru 15%, Korea Selatan 28,9%, dibanding total pasar ritel nasional mereka, apalagi Asia Tenggara.




Masih menurut eMarketer, pasar e-commerce Asia Tenggara memang tumbuh, tapi masih jauh untuk bisa menyamai China: melampaui pasar ritel tradisionalnya.

Pada 2020, dari enam pasar utama e-commerce di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Filipina, secara kolektif tumbuh 35,2% dan tahun ini diperkirakan tumbuh 14,3%.

Baca Juga: Produksi Mesin Cuci Sharp Indonesia Capai 10 Juta Unit

Dari US$970,83 miliar yang kemungkinan akan ditransaksikan di pasar ritel tahun ini, hanya 4,6% atau sekitar US$45,07 miliar yang akan disumbangkan oleh pasar e-commerce.


Bukan hanya jauh dari China, porsi pasar e-commerce Asia Tenggara dibanding total pasar ritelnya juga masih yang terendah di dunia. Jadi, pasar ritel tradisional di kawasan regional ini masih sangat dominan.

Tapi, persentase itu justru menunjukkan besarnya peluang pasar e-commerce di kawasan ini, terutama di Indonesia. Indonesia menyumbang hampir setengah dari pasar e-commerce Asia Tenggara.


Baca Juga: Warung Pintar Transformasi jadi Warung Pintar Group

eMarketer memperkirakan pasar e-commerce Indonesia mencapai US$20,21 miliar tahun ini, naik 15% dibanding tahun lalu. Pasar e-commerce Indonesia besar karena memang populasinya.


Tahun lalu, setiap pasar e-commerce Asia Tenggara mengalami percepatan pertumbuhan dibanding 2019 karena didorong oleh gelombang pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi. (Lihat grafik).

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: eMarketer, Juli 2021

Foto: Pixabay, eMarketer


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here