Suplai rumah mewah di Jakarta di saat pandemi berlebih, harga turun.

Para analis properti menyatakan permintaan dan harga properti saat pandemi tetap stabil, tetapi nyatanya turun.

Jakarta, TechnoBusiness Insights Banyaknya kasus penularan COVID-19 membuat kebutuhan obat dan layanan kesehatan naik pesat. Karena itu, sektor kesehatan tumbuh berlibat.

Baca Juga: 6 Besar Pasar E-commerce Asia Tenggara 2021

Namun, di tengah tumbuhnya sektor kesehatan, hampir semua sektor lainnya hancur lebur. Pertanyaannya, apakah itu termasuk menghancurkan sektor properti?

Meski para analis dan praktisi bisnis properti mengaku sektor properti tetap tumbuh di tengah pandemi, data-data perusahaan riset yang berkompeten menunjukkan sebaliknya.

Baca Juga: Pasar Pengangkutan Barang Global Bernilai US$2,7 Triliun

Perusahaan jasa properti komersial Cushman & Wakefield pada Desember lalu telah mengemukakan bahwa pasar properti di Jabodetabek tumbuh negatif akibat kuatnya pengaruh pandemi.




Awalan yang baik dalam dua bulan pertama 2020 gagal mencetak pertumbuhan. Apalagi subsektor perkantoran, permintaan sewanya amat terpengaruh pemberlakuan work from home.

Lini Djafar, Managing Director Cushman & Wakefield Indonesia, mengatakan pasar perkantoran di area dan di luar area pusat bisnis distrik Jakarta tumbuh negatif untuk pertama kalinya dalam 21 tahun terakhir.

Baca Juga: Dampak Pandemi Terhadap Jumlah Karyawan Perusahaan

Subsektor residensial pun demikian. Seiring anjloknya daya beli pasar akibat pandemi, hanya pengembang tertentu yang tetap mengembangkan perumahannya sesuai jadwal. Selebihnya “molor”.


Bahkan, saking sulitnya kondisi ekonomi saat ini, suplai rumah mewah menjadi berlebih, tak terserap pasar, sehingga memicu anjloknya harga jual. Tidak sedikit rumah mewah di kawasan elit Jakarta yang dilego pemiliknya.

Baru-baru ini, yang mengagetkan semua orang adalah anjloknya harga rumah mewah di dua kawasan elit Jakarta, yakni Pondok Indah dan Menteng.

Baca Juga: Pasar Kesehatan Digital Global Tumbuh 400% dalam 7 Tahun

Berbekal hasil analisis lebih dari 600.000 listing properti yang dijual dan disewakan di seluruh Indonesia melalui website-nya, situs properti terkemuka Rumah.com memperkuat pandangan itu.


Pada Jumat (9/7) pekan lalu, manajemen Rumah.com membenarkan adanya kenaikan suplai rumah mewah di area Menteng dan Pondok Indah yang sudah terjadi sejak kuartal 3/2020.

Memasuki 2021, suplai rumah mewah di kedua pasar itu masih naik, tetapi tak setinggi semester sebelumnya. Suplai rumah mewah yang meningkat tersebut menjatuhkan harga jual, selain pengaruh turunnya daya beli.

Baca Juga: Pasar Central Kitchen Tumbuh 12,4% per Tahun


“Tingkat penurunan harga sempat berkurang, bahkan bertahan di kuartal 4/2020, namun kembali turun pada kuartal 1/2021,” kata Marine Novita, Country Manager Rumah.com.

Ia secara terang-terangan mengatakan sebetulnya banyak pemilik yang ingin menjual rumah mewahnya di Pondok Indah dan Menteng tapi belum laku sampai sekarang, sehingga harganya terus turun sampai sekarang.


Begitu juga dengan harga rumah di seluruh Jakarta pada kuartal 2/2021, berdasarkan Rumah.com Indonesia Property Market Index, umumnya mengalami penurunan di kisaran 0,44% jika dibanding kuartal 1/2021.

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Rumah.com

Foto: Rumah.com


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here