Pertumbuhan jumlah karyawan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia selama pandemi.

Begini dampak pandemi terhadap jumlah karyawan perusahaan teknologi di Indonesia.

Jakarta, TechnoBusiness Insights Tidak hanya merumahkan, banyak perusahaan di Indonesia yang terpaksa mengurangi jumlah karyawannya karena pandemi COVID-19.

Baca Juga: Pasar Central Kitchen Tumbuh 12,4% per Tahun

Badan Pusat Statistik mencatat per Februari 2021 sebanyak 1,62 juta orang menjadi pengangguran akibat pandemi. Itu menunjukkan betapa dahsyatnya efek wabah tersebut.

Salah satu sektor yang paling merasakan dampak pandemi adalah travel. Jumlah karyawan perusahaan di sektor travel, menurut startup teknologi edukasi RevoU dan LinkedIn Premium Insights, turun 14%.

Baca Juga: Layanan Pesan Antar Makanan Online Bernilai US$126,91 Miliar

Tentu saja hal itu didorong oleh pembatasan agar semua orang tetap di rumah, bekerja di rumah dan belajar dari rumah, demi memutus rantai penularan COVID-19.




Yang menarik, alih-alih melakukan efisiensi di masa pandemi, perusahaan-perusahaan di sektor teknologi justru beramai-ramai menambah jumlah karyawannya, lho!

Baca Juga: 3 Merek Teknologi Paling Bernilai Asal China 2021

Jumlah karyawan perusahaan rintisan teknologi kesehatan (health tech), teknologi pendidikan (edutech), dan e-commerce, misalnya, tetap bertambah selama pandemi.

Jumlah karyawan Alodokter, salah satu startup health tech terkemuka di Indonesia, bertambah 20,88% dalam kurun setahun sejak April 2020 dari 498 orang menjadi 602 orang.


Jumlah karyawan Halodoc, rival Alodokter, naik dari 639 orang pada April 2020 menjadi 810 orang pada April 2021. Jumlah karyawan Ruangguru, startup edutech, selama pandemi bertambah 21% menjadi 433 orang.

Baca Juga: 10 Kategori Produk E-Commerce Paling Berkembang Saat Ini  

Memang penambahan jumlah karyawan perusahaan-perusahaan tersebut tidak sebesar sebelum adanya pandemi. Ruangguru, umpamanya, sebelum pandemi menambah jumlah karyawan sebesar 98,48%.


Walau begitu, bukan berarti tidak ada yang menambah jumlah karyawan perusahaan lebih banyak jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Startup edutech Zenius yang memiliki 15,7 juta pengguna, contohnya, selama pandemi justru menambah jumlah karyawan sebanyak 97% menjadi 433 orang, lebih besar ketimbang 68% sebelum pandemi.

Baca Juga: Pasar Teknologi Bitcoin Tumbuh 8,3% per Tahun

Bukan berarti pula tidak ada perusahaan teknologi yang jumlah karyawannya tumbuh minus. Bhinneka.com, misalnya, jumlah karyawannya berkurang 4,01% dari 624 orang (April 2020) menjadi 599 (April 2021).


Jumlah karyawan perusahaan-perusahaan startup di bidang travel, menurut data LinkedIn Premium Insights yang dioleh RevoU, rata-rata berkurang.

Jumlah karyawan PegiPegi berkurang sebanyak 10,41%; jumlah karyawan Traveloka berkurang 18,96%; bahkan jumlah karyawan Oyo Indonesia berkurang hampir 50%.

Baca Juga: Indonesia Jadi Kunci Pertumbuhan Pasar PC Gaming di Asia

Melihat data itu, Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, berpendapat bahwa wajar perusahaan-perusahaan startup teknologi itu ada yang menambah jumlah karyawannya.


Perusahaan-perusahaan yang menambah jumlah karyawan selama pandemi itu didorong oleh beberapa hal, salah satunya karena ingin menggenjot pangsa pasar.

Baca Juga: 20 Kota dengan Tarif Sewa Pergudangan Termahal di Dunia


“Yang kedua, mereka berani menambah jumlah karyawan karena didorong oleh pendanaan yang baru diperoleh, sehingga mempunyai modal untuk ‘belanja’ sumber daya,” kata Jeffrey.


Sebaliknya, startup-startup travel harus menerima kenyataan. Meski bergelimang pendanaan, lanjut Jeffrey, pasar terhenti karena pandemi sehingga kinerja perusahaan menjadi anjlok.

“Pilihan terbaik bagi perusahaan-perusahaan di bidang travel adalah mengurangi jumlah karyawannya,” kata Jeffrey. “Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi dunia.”

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: RevoU, LinkedIn Premium Insights, Juni 2021


Foto:  RevoU


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here