Airbnb, salah satu platform akomodasi liburan global asal California.

Airbnb diperkirakan membakar duit hingga US$1,2 miliar dalam setahun terakhir—dan kini bersiap melakukan IPO.

California, TechnoBusiness • Airbnb, Inc., perusahaan penyedia platform penyewaan penginapan global asal San Francisco, California, diperkirakan “membakar” duit hingga US$1,2 miliar dalam setahun terakhir.

Baca Juga: 4 Inovasi Terbaru Cisco Webex Ini Cukup Menarik

Nilai yang dihabiskan antara pertengahan 2019 dan pertengahan 2020 itu setara dengan sepertiga dari apa yang dimiliki Airbnb.

Atau, menurut Bloomberg, setara dengan nilai pendanaan yang diharapkan oleh Trip.com Group Ltd., kompetitornya asal China, untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Nilai itu muncul dalam laporan The Information pada Rabu (8/10), yang diberitakan kembali oleh Crunchbase News, yang mengutip dari dokumen keuangan perusahaan.

Baca Juga: Pendapatan Zoom Naik 363,3%, tapi Belum Memimpin Pasar


Menurut portal-portal berita tersebut, pembakaran uang tunai tercepat Airbnb terjadi pada kuartal 1/2020 sebagai bagian dari upaya tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Pembakaran uang tunai tercepat Airbnb terjadi pada kuartal 1/2020.

Pada masa itu, di satu sisi tingkat pemesanan penginapan jaringan Airbnb terjun bebas.

Di sisi yang lain, Airbnb harus menghadapi tuntutan pengembalian uang pemesanan penginapan yang sudah teregistrasi.

The Information mencatat, Airbnb, yang didirikan oleh Brian Chesky, Joe Gebbia, dan Nathan Blecharczyk, masih memiliki US$4,1 miliar dalam bentuk tunai pada akhir Juni.

Baca Juga: NEC Corporation Akuisisi Avaloq Senilai US$2,2 Miliar

Nilai itu termasuk US$2 miliar dalam bentuk utang yang dikeluarkan pada April saat pandemi melanda dunia.

Per April lalu, Airbnb telah mengumpulkan pendanaan hingga US$5,4 miliar, menurut data Crunchbase, dan memiliki valuasi sebesar US$18 miliar.

Kini, tulis Reuters, Airbnb bersiap melakukan penawaran saham perdana (IPO) dengan harapan memperoleh dana sebesar US$3 miliar dan mencetak valuasi senilai US$30 miliar.•

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness • Foto: Airbnb

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here