Ada empat tren perilaku konsumen modern: Resist, Retrograde, Reglocalizer, dan Recreate.

New York, TechnoBusiness Insights ● Tanpa disadari, perilaku konsumen terus berubah dari waktu ke waktu. Perilaku konsumen pada Era Industri 3.0 jelas berbeda dengan perilaku konsumen pada Era Industri 4.0 yang serbadigital.

Dalam Remix Culture, kajian tahunan yang fokus pada budaya Wave X, yang diluncurkan UM (Universal McCann), agensi pemasaran dan periklanan milik IPG Mediabrands yang berbasis di New York, pada Jumat (5/7), ada empat tren yang mengubah perilaku konsumen modern: Resist, Retrograde, Reglocalizer, dan Recreate.

Baca Juga: Skuter Listrik jadi Tren. Berapa Nilai Pasarnya?

Dari pelacakan penggunaan media sosial dan digital serta motivasi atas 56.397 pengguna internet aktif di 81 negara berikut 44 bahasa, 61% konsumen media online setuju bahwa merek berperan penting dalam kemaslahatan sosial.

Tetapi, jika merek tak bisa memenuhi harapan tersebut, konsumen akan melakukan gerakan Resist (penolakan). Media sosial menjadi media andalan mereka dalam melakukan penolakan semacam itu.

Tren Retrograde, perilaku mengenang budaya masa lalu, kembali mengemuka dan merek menunjukkan nostalgia. Sebanyak 68% konsumen, misalnya, mendengarkan musik atau menonton film yang sudah beredar beberapa dekade sebelumnya.

Baca Juga: Instagram “Down”. Berapa Pengguna yang Terimbas?

Muncul juga tren Reglocalizing, yaitu keinginan konsumen global modern tentang inspirasi lokal yang dapat dijalankan sesuai jatidirinya, yang semakin marak. Sebanyak 57% konsumen di beberapa negara sepakat bahwa merek dan produk lokal tampil lebih asli.

Selanjutnya, Remix Culture menemukan makin banyak konsumen ingin memperluas dan melakukan Recreate atas identitas mereka. Setidaknya 65% konsumen tertarik menjajal sejumlah merek yang mencerminkan cara baru untuk melakukan sesuatu.

“Sejumlah wawasan ini membuat para klien kami bisa memahami serta menjajaki tren-tren budaya secara lebih baik, terutama saat tingkat kepercayaan [merek] terus melorot,” ujar Deidre Smalls-Landau, Global Chief Cross-Cultural Officer UM.

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: UM

Grafis: Soidergi.com, TechnoBusiness Media