TechnoBusiness Insights
Jutaan Exploit dan RDP Serang Perusahaan-Perusahaan Indonesia
Serangan exploit dan RDP terus mengancam perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Jakarta, TechnoBusiness Insights ● Kaspersky, perusahaan keamanan siber dan privasi digital global asal Rusia, mengungkapkan bahwa serangan Exploit dan Remote Desktop Protokol (RDP) terus mengancam perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Exploit adalah kode berbahaya yang memanfaatkan kerentanan perangkat lunak yang belum ditambal dan menjadi salah satu titik utama masuknya serangan ke perusahaan-perusahaan.
Sementara RPD adalah serangan yang menargetkan akses jarak jauh yang terekspos melalui serangan brute-force atau pencurian kredensial. Serangan semacam ini secara konsisten digunakan untuk mendapatkan kendali tanpa izin atas jaringan perusahaan.
Seiring perusahaan terus memperluas jejak digital dan kemampuan akses jarak jauh mereka, kedua vektor serangan tersebut menjadi salah satu metode yang paling efektif digunakan untuk menyusup ke sistem, bergerak secara lateral, dan menyebarkan aktivitas berbahaya lebih lanjut.
Berdasarkan catatan Kaspersky, tahun lalu, dari 2 juta lebih serangan Exploit yang menargetkan perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara, Indonesia memimpin dengan 932.051 kasus, diikuti oleh Vietnam dengan 587.217 kasus dan Malaysia 416.962 kasus.
Dari kasus-kasus Exploit itu, terbanyak menargetkan sistem yang terkait dengan web seperti kerentanan browser, bug perangkat lunak server, dan dikirimkan secara online. Tetapi, Exploit juga bisa bersifat lokal jika menargetkan kelemahan khusus perangkat seperti eksploitasi USB.
Kemudian, RDP adalah alat yang sah dan umum digunakan untuk mengakses komputer dan server berbasis Windows dari jarak jauh. RDP dirancang sebagai alat administrasi jarak jauh, tetapi sering digunakan oleh penyusup untuk menembus komputer target.
Dengan mengeksploitasi pengaturan RDP yang salah konfigurasi atau kerentanan perangkat lunak sistem, pelaku kejahatan siber dapat mencegat sesi RDP dan masuk ke sistem dengan seizin korban.
Pada 2025, terdapat lebih dari 35,2 juta upaya serangan di Asia Tenggara terkait RDP. Vietnam dan Indonesia mencatat volume terbesar dengan masing-masing 11.420.252 dan 10.500.709 insiden yang terdeteksi, sementara Thailand berada di peringkat ketiga dengan 7.539.536 upaya.
Simon Tung, General Manager Kaspersky untuk ASEAN dan AEC, mengatakan kehadiran aktivitas Exploit bersamaan dengan upaya serangan RDP menunjukkan bagaimana penyerang tetap gigih menargetkan perusahaan-perusahaan di kawasan ini.
“Di berbagai lingkungan digital di kawasan Asia Tenggara, penyerang menilai setiap target dan memilih opsi yang menawarkan resistensi paling rendah, mencerminkan cara serangan yang lebih terencana dan adaptif,” ungkapnya.
Untuk mengatasinya, lanjut Simon, perusahaan membutuhkan kombinasi intelijen ancaman berbasis AI dan solusi keamanan siber yang sesuai dengan kebutuhan bisnis yang dapat terus mendeteksi kerentanan, memantau titik akses, dan merespons ancaman secara real-time.●
Teks: TechnoBusiness Insights ID
Data: Kaspersky, Mei 2026
Foto: Kaspersky


