Transaksi Tokopedia selama Ramadan melibatkan 5,9 juta penjual dari 97% kecamatan.

Jakarta, TechnoBusiness ID Tokopedia, online marketplace terbesar di Indonesia yang berbasis di Jakarta, berhasil mencatatkan total nominal transaksi (Gross Merchandise Value) senilai Rp18,5 triliun (US$1,3 miliar) selama Mei 2019.

Baca Juga: Valuasi Tokopedia Diprediksi Mencapai US$7 Miliar

Transaksi yang bertepatan dengan bulan Ramadan itu melibatkan sebanyak 5,9 juta penjual yang tersebar di 97% kecamatan di seluruh Indonesia. Menurut manajemen Tokopedia, mayoritas penjual merupakan pebisnis baru.

Selama Ramadan Ekstra itu, Tokopedia dikunjungi sebanyak 2.500 kali per detik. Jika diterbangkan, dibutuhkan 237.000 pesawat untuk mengangkut para pengunjung tersebut selama Ramadan.

Baca Juga: Tokopedia Ajarkan Pemrograman Kepada “Office Boy”-nya

Hanya dalam waktu empat menit sedikitnya 21 juta lucky eggs dipecahkan; dan dibutuhkan 161 truk untuk mengangkut kurma yang terjual selama Ramadan.

Co-founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, “Sebagai perusahaan teknologi Indonesia dengan misi pemerataan ekonomi secara digital, Ramadan Ekstra menjadi momentum validasi dampak pemerataan dan pertumbuhan ekonomi baru lewat digital.”

Kesuksesan Tokopedia dalam mengemas program promosi selama Ramadan itu membuktikan bahwa saat ini konsumen mulai terbiasa dengan belanja online.

JEFFREY BAHAR
Group Deputy CEO Spire Research and Consulting

“Konsumen sudah tidak memikirkan lagi hal yang paling dasar dalam dunia e-commerce seperti penipuan dan sejenisnya,” kata Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting. “Sekarang konsumen lebih fokus pada ketersediaan barang, harga murah, dan kecepatan pengiriman.”

Karena para pelaku e-commerce, termasuk Tokopedia, di Indonesia telah mampu melayani kebutuhan itu, lanjut Jeffrey, maka konsumen beralih dari offline ke online, apalagi saat ada program promo seperti Ramadan Ekstra yang dilakukan Tokopedia.

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: Tokopedia