Farnoosh Torabi, penasihat keuangan pribadi yang juga presenter So Money.

Dalam studi terbaru Oracle dan Farnoosh Torabi mengungkap bahwa orang lebih percaya robot daripada manusia dalam hal keuangan.  

California, TechnoBusiness Insights • Pandemi COVID-19 yang melanda hingga ke seluruh dunia telah meningkatkan kecemasan, kesedihan, dan ketakutan akan keuangan banyak orang dan telah mengubah siapa yang patut dipercayai untuk mengelolanya.

Baca Juga: 50% Keputusan Kredit Perbankan Tahun Ini Libatkan Fintech

Dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh perusahaan teknologi Oracle dan pakar keuangan pribadi Farnoosh Torabi yang dirilis pada Rabu (10/2) diketahui bahwa orang mulai lebih percaya robot daripada manusia, bahkan diri-sendiri, dalam hal pengelolaan keuangan.

Studi yang melibatkan 9.000 pemimpin bisnis di 14 negara itu mengungkap bahwa 90% responden mengkhawatirkan dampak COVID-19 terhadap perusahaan mereka. Kekhawatiran paling umum berpusat pada pemulihan ekonomi (51%), pemotongan anggaran (38%), dan kebangkrutan (27%).

Sebanyak 87% konsumen mengalami ketakutan finansial, termasuk kehilangan pekerjaan (39%), kehilangan tabungan (38%), dan tidak pernah keluar dari utang (26%). Kekhawatiran itu sampai membuat orang terjaga pada malam hari (41%).

Baca Juga: 5 Aset Kripto Terbesar di Dunia Selain Bitcoin Saat Ini


Sebanyak 73% pemimpin bisnis lebih percaya robot daripada manusia untuk mengelola keuangan mereka.

Karena itu, saat ini orang lebih percaya pada robot daripada manusia dalam hal pengelolaan keuangan. Sebanyak 67% konsumen dan 73% pemimpin bisnis menyatakan lebih percaya robot daripada manusia untuk mengelola keuangan mereka.

Sebanyak 89% pemimpin bisnis percaya bahwa robot dapat meningkatkan pekerjaan mereka dengan membantu mendeteksi penipuan (34%), membuat faktur (25%), dan menganalisis biaya atau manfaat (23%). Dan, 53% konsumen lebih memercayai robot daripada diri-sendiri.



Farnoosh Torabi, pakar keuangan pribadi yang juga pembawa acara podcast So Money, mengatakan mengelola keuangan itu sulit di saat yang terbaik dan ketidakpastian keuangan dari pandemi global telah memperburuk tantangan keuangan di rumah dan tempat kerja.

Baca Juga: Mayoritas Masyarakat Konsumsi Berita dari Media Sosial

“Robot hadir pada saat yang tepat untuk membantu. Mereka hebat dalam hal angka dan tidak memiliki hubungan emosional dengan uang. Itu bukan berarti profesional keuangan akan diganti seluruhnya, tapi mereka harus fokus pada pengembangan soft skill tambahan,” katanya.


Harus disadari bahwa proses keuangan pribadi dan profesional semakin lama semakin digital selama beberapa tahun, dan peristiwa pandemi COVID-19 tahun lalu hingga sekarang telah mempercepat tren itu, kata Juergen Lindner, SVP Pemasaran Global Oracle.

Digital merupakan alat normal baru dan teknologi kecerdasan buatan dan chatbots memainkan peran penting dalam pengelolaan keuangan. Perusahaan yang tidak memercayai kenyataan itu akan berisiko tertinggal oleh pesaing-pesaingnya.

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Oracle dan Farnoosh Torabi, Februari 2021

Foto: Farnoosh Torabi

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here