Aset kripto Ethereum memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah Bitcoin.

Inilah lima aset kripto terbesar di dunia selain Bitcoin saat ini, setidaknya per Selasa (9/2) jam 10 pagi WIB. Mau tahu apa saja itu?

Jakarta, TechnoBusiness InsightsSemua orang sudah mengenal aset kripto (cryptocurrency) pertama, terbesar, dan terpopuler di dunia, yang tak lain adalah Bitcoin (BTC).

Baca Juga: Breaking News: Harga Bitcoin Cetak Rekor Baru Rp650 Juta

Bitcoin, yang dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto pada 2008 dan mulai digunakan sebagai aset kripto pada 2009, per Selasa (9/2) jam 9 pagi telah memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) sebesar US$855,4 miliar.

Pertanyaannya, sebenarnya berapa, sih, jumlah aset kripto yang beredar di pasar digital saat ini? Apa saja aset kripto yang juga besar selain Bitcoin?

Nah, agar tidak penasaran, TechnoBusiness Crypto menjawabnya. Saat ini, per hari ini, jumlah aset kripto di seluruh dunia, setidaknya yang terdaftar di Coinmarketcap.com, sebanyak 8.413.

Baca Juga: Tesla Investasikan US$1,5 Miliar ke Bitcoin, Siap Terima Kripto



Setiap hari atau setiap minggu jumlah aset kripto di seluruh dunia terus bertambah. Dari seluruh aset kripto yang ada, total kapitalisasi pasar yang terkumpul mencapai US$1,34 triliun.

Lalu, inilah lima aset kripto terbesar di dunia selain Bitcoin saat ini yang dihitung berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Apa saja itu? Simak urutannya.

Baca Juga: Ajaib! Harga Honest Pagi Ini Mendadak Naik dari Rp100 ke Rp900

  1. Ethereum (ETH)

Ethereum adalah blockchain berbasis open-source terdesentralisasi yang berfungsi sebagai platform bagi banyak aset kripto lainnya dan merilis aset kriptonya sendiri, Ether.

Ethereum pertama kali diperkenalkan Vitalik Buterin dan para pendiri lainnya dalam buku putih pada 2013, namun blockchain tersebut baru diluncurkan pada 30 Juli 2015.

Per Selasa (9/2) jam 9.30 WIB, berdasarkan data di Coinmarketcap.com, Ethereum memiliki volume 28,7 juta ETH dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar US$196,36 miliar.


  1. Tether (ETH)

Tether adalah stablecoin (aset kripto dengan nilai yang stabil) hasil pengembangan perusahaan Tether yang berbasis di Hong Kong. Diluncurkan pada Juli 2014, aset kripto Tether awalnya dirancang sebagai realcoin yang dibangun di atas blockchain Bitcoin melalui penggunaan platform Omni.

Selain di Bitcoin, aset kripto Tether saat ini dijalankan di atas blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Per Selasa (9/2) jam 9.30 WIB, Tether telah memiliki volume 162,5 miliar USDT dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar US$29,77 miliar.


  1. Polkadot (DOT)

Nama Polkadot mungkin terdengar asing di telinga Bitcoiners Indonesia. Tapi, Polkadot merupakan aset kripto nomor empat di dunia di bawah Bitcoin, Ethereum, dan Tether.

Polkadot adalah protokol multichain sharding open source yang memfasilitasi transfer lintas jaringan, tidak hanya aset tertentu, sehingga membuat berbagai macam blockchain dapat dioperasikan satu sama lain.

Per Selasa (9/2) jam 10 pagi, Polkadot memiliki volume 216,4 juta DOT dengan kapitalisasi pasar sebesar US$21,27 miliar.


  1. Cardano (ADA)

Cardano didirikan oleh Charles Hoskinson—pendiri jaringan Ethereum yang juga CEO IOHK, perusahaan pengembang blockchain Cardano—pada 2017.

Cardano adalah platform blockchain yang diklaim sebagai “pembuat perubahan, inovator, dan visioner” dan dirancang untuk memastikan bahwa pemilik aset kripto dapat berpartisipasi dalam pengoperasian jaringan.

Cardano dapat difungsikan untuk aneka macam secara lebih mutakhir, seperti perusahaan pertanian yang memanfaatkannya untuk melacak produk segar dari lapangan ke “sendok dan garpu”, peritel untuk menekan barang palsu, dan lain sebagainya.

Per Selasa (9/2) jam 10 pagi, Cardano memiliki volume 12,81 miliar ADA dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar US$21,19 miliar.


  1. XRP (XRP)

XRP adalah aset kripto yang berjalan di atas platform pembayaran digital yang disebut RippleNet dan berada di atas basis data buku besar terdistribusi bernama XRP Ledger.

Meskipun RippleNet dijalankan oleh perusahaan Ripple, buku besar XRP bersifat open-source dan tidak didasarkan pada blockchain, melainkan database buku besar terdistribusi XRP Ledger.


Ide pengembangan XRP dan Ripple (saat itu disebut juga OpenChain) pertama kali dikemukakan oleh Ryan Fugger pada 2004. Namun, ide itu baru mulai dikembangkan setelah diambil alih oleh Jed McCaleb dan Chris Larson pada pada 2012.


Per Selasa (9/2) jam 10 pagi WIB, berdasarkan data Coinmarketcap.com, XRP memiliki volume sebanyak 18,74 miliar XRP dengan kapitalisasi pasar sebesar US$20,47 miliar.

Itulah lima aset kripto terbesar di dunia selain Bitcoin saat ini. Agar dipahami bahwa volume dan kapitalisasi pasar aset kripto terus bergerak setiap waktu dan peringkatnya bisa berubah berdasarkan pengukurannya.•

 

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Coinmarketcap.com, Februari 2021


Foto: Pixabay


Catatan: TechnoBusiness Media memberitakan semua hal tentang aset kripto secara independen tanpa bermaksud merekomendasikan kepada pembaca untuk membeli atau menjual atas aset kripto tersebut.


Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here