Dengan transformasi digital, produsen barang dalam kemasan konsumen dapat memproduksi barang sesuai permintaan.

Transformasi digital produsen barang kemasan konsumen di seluruh dunia diproyeksikan bernilai Rp23,8 miliar pada 2030.

London, TechnoBusiness Insights Seiring dengan semakin maraknya penggunaan teknologi, saat ini produsen barang kemasan konsumen (manufacturers of consumer-packaged goods) sedang berlomba-lomba untuk melakukan transformasi digital.

Baca Juga: ICS Compute, One Stop Solution Layanan Cloud

Transformasi digital produsen barang kemasan konsumen, salah satunya memungkinkan proses pengiriman barang ke konsumen lebih terkelola lebih baik, cepat, dan maksimal dengan biaya yang jauh lebih efisien, berkat data yang lebih akurat.


Selama ini, manajemen produksi secara tradisional telah menyulitkan produsen barang kemasan konsumen dalam mencari takaran yang antara pasokan dan permintaan pasar.


Baca Juga: 25 Top Perusahaan Rantai Pasok Global 2021

“Manajer pabrik berjalan dengan ketat setiap hari. Terlalu sedikit produksi menyebabkan kekurangan dan kehilangan peluang pendapatan. Terlalu banyak produksi berarti produk yang mudah rusak menjadi sia-sia,” ungkap Michael Larner, analis utama industri dan manufaktur di ABI Research.




Dengan transformasi digital, produsen barang kemasan konsumen dapat memproduksi barang secara tepat sesuai permintaan karena mendapatkan data langsung dari rantai pasok, mulai dari distributor hingga pengecer.

Baca Juga: Indonesia Jadi Kunci Pertumbuhan Pasar PC Gaming di Asia

Nilai transformasi digital produsen barang kemasan konsumen akan terus tumbuh signifikan, yang menurut ABI Research di seluruh dunia bakal mencapai US$23,8 miliar pada 2030 mendatang.•

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: ABI Research, Juni 2021

Foto: Eduardo Davad/Pixabay

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here