Ekspansi DoorDash ke Jepang dimulai dari Sendai yang sekaligus menandai perluasan pasar pertama di Asia.

DoorDash yang merajai layanan pemesanan dan pengantaran makanan online di Amerika Serikat mulai menggarap pasar Jepang.

Tokyo, TechnoBusiness JP • DoorDash, Inc. (NYSE: DASH), platform pemesanan dan pengantaran makanan online terbesar di Amerika Serikat, ekspansi ke pasar Jepang.

Baca Juga: ICS Compute, One Stop Solution Layanan Cloud

Ekspansi DoorDash ke Jepang itu dimulai dari Sendai yang sekaligus menandai perluasan pasar pertama di Asia dan ketiga di dunia setelah sebelumnya merambah ke Australia dan Kanada.

Co-founder dan CEO DoorDash Tony Xu mengatakan perusahaannya tertarik untuk menggarap pasar Jepang karena ekonomi lokalnya yang dipadati restoran memberikan peluang yang unik.


“Kami sangat senang membawa DoorDash ke Jepang. Strategi kami selalu memberdayakan ekonomi lokal, terutama di pasar pinggiran kota yang secara historis kurang terlayani tapi selera konektivitas antara pedagang dan pelanggan tinggi,” kata Xu.

Baca Juga: Qlue Raih Pendanaan Seri B1 yang Dipimpin Global Brain



DoorDash berharap kehadirannya ke Sendai, Ibu Kota Prefektur Miyagi yang berpenduduk 1 juta jiwa, dapat menggerakkan ekonomi setempat dengan menghubungkan antara pedagang dan konsumen.

Sebab, kini para pedagang di kota itu seperti Bistro Bonten, Ducca Sendai, Steak Miya, Gyu-Kaku, Kappa Sushi, Gusto, Musashi, dan Marugame Seimen dapat menjajakan dagangannya melalui aplikasi DoorDash.



Mutsuhiko Nagasawa, CEO Carina Food Service, pengelola Ducca Sendai, menyatakan senang menjadi pedagang pertama di Jepang yang dapat bergabung dengan komunitas DoorDash.

Baca Juga: Alodokter Raih Dana Segar dari MDI dan Samsung Ventures

“Kami akan terus berusaha untuk menghadirkan makanan yang lezat kepada sebanyak mungkin orang dengan DoorDash,” ujarnya mengomentari kehadiran DoorDash.

Untuk diketahui, sejak kehadirannya ke pasar pada Januari 2013, DoorDash yang berpusat di San Francisco, California, telah tumbuh menjadi platform pemesanan dan pengantaran makanan online terkemuka di AS.


Saat ini, perusahaan yang menaungi Caviar, Chowbotic, dan Scotty Labs tersebut mempekerjakan hampir 4.000 orang. Sepanjang 2020, DoorDash berhasil meraup pendapatan sebesar US$2,8 miliar.•

—Akihiro Arata, TechnoBusiness JP • Editor: Purjono Agus Suhendro • Foto: DoorDash


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here