Martin Schroeter, CEO NewCo

Martin Schroeter ditunjuk oleh IBM untuk memimpin perusahaan independen hasil spin-off, NewCo.

New York, TechnoBusiness Star • Martin Schroeter, yang meninggalkan posisi sebagai SVP of Global Markets IBM (NYSE: IBM) pada Juni 2020, ditunjuk menjadi CEO NewCo, perusahaan hasil spin-off IBM.

Baca Juga: Sigit Priowaskito Jadi Presiden Direktur 3M Indonesia

Penunjukan Martin Schroeter untuk memimpin perusahaan yang akan fokus pada pengelolaan dan modernisasi infrastruktur teknologi informasi itu diumumkan pada Kamis (7/1) dan berlaku efektif mulai 15 Januari.

Dalam kariernya di IBM, Martin Schroeter juga pernah menjabat sebagai chief financial officer dan general manger of global financing.

“Schroeter merupakan pemimpin kelas dunia dan secara unik memenuhi syarat untuk mendorong kesuksesan jangka panjang bagi perusahaan baru yang independen,” kata Chairman dan CEO IBM Arvind Krishna.

Baca Juga: Isabella Kusumawati Pimpin Suse Asia Tenggara  


Krishna juga mengatakan bahwa Schroeter memiliki pemahaman yang mendalam tentang industri dan telah mendapatkan kepercayaan dari klien dan investor IBM.


Martin Schroeter diangkat menjadi CEO NewCo karena dianggap mempunyai visi strategis untuk mewujudkan potensi besar perusahaan.

Martin Schroeter diangkat menjadi CEO NewCo karena dianggap mempunyai visi strategis untuk mewujudkan potensi besar perusahaan hasil spin-off tersebut.

Sebagai pemimpin bagi perusahaan yang didirikan, Schroeter mengungkapkan, “Saya berharap dapat mengembangkan ekosistem kemitraan dan aliansi yang beragam.”

Pengembangan ekosistem dan aliansi yang beragam itu dilakukan demi melanjutkan hubungan yang mendalam dengan IBM dan demi menciptakan kapabilitas pemimpin pasar.

Baca Juga: Julie Loeger Diangkat Jadi Global Chief Growth Officer eBay

Untuk diketahui, sebelum bekerja di IBM sejak 1992, Martin Schroeter bekerja di beberapa perusahaan di Jepang, Amerika Serikat, dan Australia.

Karena itu, Martin Schroeter, yang bergelar Master of Business Administration (MBA) dari Carnegie Mellon University, memiliki dua kewarganegaraan, yakni Amerika Serikat dan Australia.•

—David T. William, TechnoBusiness Star • Foto: IBM

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here