TechnoBusiness Opinion
Tibalah Saatnya AI Jadi Pemeran Utama
Oleh Achmad Fakhrudin, Senior Vice President Multipolar Technology
TechnoBusiness Opinion ● Banyak perusahaan telah mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), namun belum menjadikannya sebagai kemampuan inti. Kini, AI berkembang menjadi penggerak utama dalam proses bisnis. Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia semakin menyadari betapa besarnya manfaat penggunaan AI, seperti untuk meningkatkan produktivitas, menyederhanakan operasi, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan menangkal ancaman siber.
Dalam konteks yang lebih strategis, di era hiperkompetisi ini perusahaan tidak cukup hanya menjadi “digital enterprise”, tetapi harus naik lagi tingkatannya menjadi “AI-Driven Enterprise”. Artinya, perusahaan memanfaatkan AI bukan sekadar untuk chatbot saja, melainkan memainkan peran yang lebih besar dan luas, di antaranya untuk autonomous workflow, enterprise copilots, predictive security, dan real-time business intelligence.
Maka dari itu, wajar jika perusahaan riset pasar Grand View Research memproyeksikan nilai pasar AI-Drive Enterprise global bakal melonjak dari US$23,95 miliar pada 2024 menjadi US$155,22 miliar pada 2030 dengan CAGR 37,6%. Amerika Utara menguasai pangsa pasar terbesar (36,9% pada 2024), tetapi Asia Pasifik, terutama Asia Tenggara, mencatatkan pertumbuhan yang paling agresif di dunia.
Konsep AI-Driven Enterprise pada dasarnya menempatkan data sebagai “bahan bakar” yang sangat penting bagi perusahaan. Masalahnya, tidak sedikit perusahaan yang datanya masih tersebar (silo) di berbagai sistem, entah itu di Enterprise Resource Planning (ERP), Customer Relationship Management (CRM), aplikasi transaksi, atau lainnya. Data silo itulah yang mengakibatkan pengambilan keputusan dan inovasi menjadi lambat.
Sebagai solusinya, perusahaan sebaiknya menghadirkan platform big data analytics yang mampu mengumpulkan, mengelola, mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data dalam satu ekosistem terpadu. Dengan dukungan AI, termasuk Machine Learning, platform tersebut dapat mengubah data mentah menjadi business insight yang cepat (real-time), tepat, dan prediktif.
Banyak platform big data analytics yang bisa dipertimbangkan. Multipolar Technology sendiri memiliki platform yang namanya VisionAnalytics. Platform ini penting karena AI tidak dapat bekerja optimal tanpa data yang berkualitas dan terintegrasi. Sebaliknya, data yang jumlahnya besar (big data) tidak akan bernilai tanpa AI—yang mempunyai kemampuan membaca pola dan menghasilkan rekomendasi.
Tak hanya itu, platform big data analytics yang digunakan juga harus sanggup menangkal serangan siber, termasuk melalui pendekatan behavioral analytics dan anomaly detection. Jika muncul aktivitas pengguna, perangkat, maupun transaksi yang mencurigakan, platform bisa mendeteksi dan menggagalkan serangan sedini mungkin.
Jadi, sekali lagi, AI bukanlah sekadar pendukung, melainkan sudah menjadi “pemain inti” dalam proses bisnis. Bagaimana dengan perusahaan Anda?●
