TechnoBusiness Opinion
Transformasi Digital Tidak Selalu Harus Mengganti Sistem Lama
Oleh Elen, Department Head Middleware Cloud Platform Solution PT Multipolar Technology Tbk
TechnoBusiness Opinion ● Transformasi digital sering kali dianggap identik dengan mengganti sistem lama. Padahal, dalam banyak kasus, pendekatan tersebut justru membuat proyek menjadi lebih mahal, lebih kompleks, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan hasil bagi bisnis.
Tantangan yang sebenarnya bukan terletak pada teknologi lama, melainkan bagaimana menghubungkan berbagai aplikasi, data, dan proses bisnis yang telah berkembang secara terpisah selama bertahun-tahun. Akibatnya, informasi menjadi terfragmentasi, proses bisnis berjalan lambat, dan pengambilan keputusan tidak lagi secepat kebutuhan bisnis saat ini.
Saat menjadi pembicara dalam seminar bertema “The Future of Connectivity: Empowering Your Ecosystem with AI-Integration” di Grand Hyatt Jakarta, saya mendapati satu pertanyaan yang terus berulang dari para praktisi TI: Apakah transformasi digital harus dimulai dengan mengganti semua sistem yang dimiliki? Jawaban saya, tidak selalu.
Menurut saya, langkah pertama yang lebih penting adalah memastikan seluruh ekosistem teknologi dapat saling terhubung dan bekerja sebagai satu kesatuan. Ketika aplikasi, data, dan proses bisnis dapat diorkestrasi secara end-to-end, organisasi dapat memaksimalkan investasi yang ada, mempercepat aliran informasi, mengotomatisasi proses bisnis, serta meningkatkan kelincahan tanpa harus mengganti seluruh sistem.
Namun, integrasi saja belum cukup. Semakin kompleks ekosistem IT, semakin penting pula kemampuan memantau kesehatan aplikasi dan infrastruktur secara menyeluruh. Tanpa visibilitas memadai, perusahaan sulit mendeteksi anomali, menemukan akar masalah, dan menjaga kualitas layanan sesuai harapan pelanggan.
Di sinilah peran AI ikut berkontribusi dalam ekosistem yang dibangun. AI bukan sekadar berdiri sendiri, melainkan menghadirkan otomatisasi, membantu organisasi memahami kondisi operasional secara real-time, mengidentifikasi potensi masalah lebih dini, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Ketika integrasi, observabilitas, dan AI berjalan bersama, transformasi digital tidak lagi menakutkan karena adopsi beragam teknologi baru, tapi benar-benar menghasilkan efisiensi, ketahanan operasional, dan inovasi berkelanjutan.
Tidak mengherankan jika investasi terhadap integrasi sistem terus meningkat. Menurut firma riset Fortune Business Insights, pasar integrasi sistem global diproyeksikan tumbuh dari US$481,81 miliar pada 2026 menjadi US$1.134,33 miliar pada 2034. Angka ini menunjukkan bahwa organisasi semakin menyadari pentingnya membangun fondasi digital yang terhubung, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi, termasuk AI.
Menurut Anda, apa tantangan terbesar dalam transformasi digital saat ini? Apakah menghubungkan sistem yang ada, meningkatkan visibilitas operasional, atau memastikan fondasi digital yang future-proof? Coba bagikan pengalaman dan perspektif Anda di kolom komentar.●
