Connect with us

Spire Insights

Spire Insights: Tingkat Literasi Keuangan Generasi Muda Indonesia Masih Rendah

Oleh Bella Vista Siallagan, Konsultan Spire Research and Consulting

Published

on

Spire Insights Saat ini, program literasi keuangan menjadi hal yang tengah digalakkan oleh pemerintah mengingat masih rendahnya tingkat literasi keuangan di Indonesia. Pada acara LIKE IT (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan) yang diselengarakan pada Agustus lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan inklusi keuangan dan literasi keuangan merupakan syarat yang sangat penting bagi Indonesia untuk bisa terus maju menjadi negara berpenghasilan tinggi, negara industri, dan semakin kuat.

Baca Juga: Spire Insights: Mengulik Perkembangan Jaringan 5G di Indonesia

Menurut survei literasi keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di level 38,03%. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah total penduduk belum memiliki literasi keuangan yang memadai.

Menurut data BPS, penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi Z dan Milenial, yaitu masing-masing 27,94% dan 25,87% dari total penduduk. Pada webinar Pojok Literasi dengan tema Fintech dan Masa Depan Millenial yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo pada 2021, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK mengatakan tingkat literasi keuangan milenial masih rendah.

Advertisement

Rendahnya literasi keuangan tentunya berdampak pada pengelolaan keuangan yang tidak sehat. Menurut beliau, generasi muda menghabiskan lebih dari setengah pendapatannya untuk kebutuhan bulanan, sementara hanya menyisihkan 10,7% untuk ditabung.

80% pemuda tak melakukan pencatatan anggaran dan hanya 16% yang memiliki dana darurat.

Sementara itu, dilansir di laporan survei yang berjudul Financial Fitness Index oleh OCBC NISP, sekitar 80% pemuda tidak melakukan pencatatan anggaran dan hanya terdapat 16% yang memiliki dana darurat untuk meminimalisasi risiko finansial ke depannya seperti hilangnya penghasilan akibat kehilangan pekerjaan, faktor kesehatan, dan risiko-risiko lainnya. Survei tersebut juga menginformasikan bahwa terdapat 3% yang memiliki produk investasi, tapi masih banyak yang belum berinvestasi secara benar.

Kurangnya literasi keuangan dapat membawa dampak yang sangat merugikan, di antaranya perencanaan keuangan yang tidak baik, tidak adanya tujuan untuk mengelola keuangan dan penempatan instrumen investasi yang tidak tepat, dan terjebak oleh praktik investasi bodong.

Baca Juga: Spire Insights: Mengapa Thailand Bisa Jadi Raja Tuna Kaleng Dunia?

Percepatan peningkatan literasi keuangan di kalangan anak muda Indonesia salah satunya didorong oleh adanya digitalisasi di sektor keuangan, yaitu ditandai dengan hadirnya financial technology (fintech) yang membawa banyak sekali kemudahan terhadap akses ke produk dan layanan keuangan. Transaksi sehari-hari juga menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Namun, hal ini juga perlu ditanggapi dengan bijak agar tidak justru menimbulkan masalah atau kerugian yang lebih besar.

Advertisement

Agar semakin terliterasi dalam hal keuangan, sobat muda yang juga dikenal dengan generasi tech savvy ini dapat memanfaatkan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi keuangan hanya melalui gadget. Sebagai generasi yang tumbuh dengan komputer dan internet, tentu akan lebih mudah untuk mempelajari berbagai sektor dan pengelolaan keuangan dan menerapkannya untuk meraih kesehatan finansial.

Kesehatan finansial dapat dicapai dengan pengelolaan keuangan yang baik, dan pengelolaan keuangan yang baik akan terwujud melalui literasi keuangan yang memadai. Maka dari itu, literasi keuangan sangatlah penting bagi kesehatan finansial baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Spire Research and Consultinmerupakan perusahaan riset pasar dan konsultasi bisnis global, terutama di negara-negara berkembang. Perusahaan yang didirikan pada 2000 di Singapura ini kini memiliki kantor perwakilan di semua negara Asia Pasifik dan berkantor pusat di Tokyo, Jepang.

PT Spire Indonesia | Menara Astra Lt. 25 Unit 25D, Jalan Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta 10220, Telp/Faks: (021) 50889816 www.spireresearch.com

Advertisement