BCA meluncurkan aplikasi mobile Welma untuk mempermudah proses jual-beli produk investasi seperti obligasi dan reksa dana.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● PT Bank Central Asia Tbk. (IDX: BBCA), salah satu bank transaksi keuangan terkemuka di Indonesia, kemarin menggelar Pesta Akbar Pengetahuan “Indonesia Knowledge Forum VIII 2019 di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Baca Juga: 10 Tren Teknologi Pemerintahan 2019-2020

Pesta Akbar Pengetahuan yang dihelat melalui BCA Learning Service itu mengangkat tema “Nurturing Mindset for The Next Era of Capital Culture”. Dalam rangkaian acara, BCA juga meluncurkan aplikasi baru bernama Welma.

Apa itu Welma? Welma merupakan aplikasi mobile yang dikembangkan BCA untuk melayani transaksi jual-beli produk investasi seperti reksa dana, obligasi, dan asuransi. Nama Welma diambil dari singkatan wealth management.

Nama Welma diambil dari singkatan wealth management.

Selain menawarkan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bertransaksi produk investasi, menurut Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, bank yang per Juni 2019 melayani 20 juta rekening nasabah itu juga ingin mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan.

Baca Juga: 2024, Pasar Pinjaman Online Indonesia Capai Rp430 Triliun

“BCA juga mencermati pentingnya investasi bagi anak muda khususnya, maka kami tergerak untuk berinovasi dalam menciptakan aplikasi berbasis digital untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan investasi,” ungkap Jahja.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk aplikasi Welma, yaitu “Aplikasi wealth management untuk berinvestasi,” lanjut Jahja menjelaskan. “Cara berinvestasi melalui aplikasi Welma cukup simpel dan praktis sesuai dengan karakteristik masyarakat jaman now.”

Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, perusahaan riset dan konsultasi bisnis global yang berpusat di Jepang, menilai langkah BCA cukup tepat.

Baca Juga: 61% Pembayaran “Mobile” Dunia Terjadi di Asia

“Sekarang ini masyarakat tidak suka yang ribet-ribet. Kalau prosesnya lama akan ditinggalkan. Begitu juga dalam membuat keputusan berinvestasi,” ungkap Jeffrey.

Berkat teknologi bisnis, seperti aplikasi Welma, kata Jeffrey, BCA mampu menawarkan layanan yang sesuai kebutuhan dan karakteristik masyarakat terkini. “Kalau tidak, bisa-bisa BCA kehilangan peluang dalam menggaet nasabah milenial dan disalip oleh kompetitor,” ujarnya.

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: BCA

 


Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe“.