Karawang New Industry City dibangun oleh CFLD International dengan investasi senilai US$300 juta.  

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Kawasan industri di Indonesia bertambah satu lagi, yakni Karawang New City Industry (KNIC). Kawasan industri baru itu merupakan yang ke-90 (ke-25 di Jawa Barat), jumlah yang signifikan dibanding 74 kawasan pada 2014.

Berbeda dengan kawasan-kawasan industri sebelumnya, KNIC yang dibangun dengan investasi sebesar US$300 juta itu dirancang sebagai kawasan industri yang mengacu pada Era Industri 4.0.

Karena itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong agar agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut dapat menciptakan produk dengan nilai tambah tinggi sesuai perkembangan Era Industri 4.0.

Baca Juga: Tantangan Penerapan Industri 4.0 di Indonesia

Menurut Airlangga dalam “2019 Group Groundbreaking Ceremony for Karawang New Industry City Tenants” di Karawang, Jawa Barat, sekitar 70 kilometer dari pusat kota Jakarta, Kamis (20/6), “Dengan digitalisasi, produktivitas akan lebih tinggi.”

KNIC dikembangkan dan dikelola oleh China Fortune Land Development (CFLD International), perusahaan perencana, pengembang, dan operator kota industri baru berskala internasional yang berpusat di Singapura.

KNIC merupakan kawasan industri kedua yang dikembangkan CFLD International di Indonesia menyusul kawasan industri Tangerang New Industry City yang telah dibangun sebelumnya.

Baca Juga: Kontribusi Industri Manufaktur Indonesia Kalahkan Amerika

Dalam groundbreaking ceremony juga terungkap bahwa KNIC telah berhasil menarik investasi hingga US$100 juta dari enam penyewa (tenant) besar asal China, Taiwan, Jepang, dan Indonesia.

Keenam perusahaan penyewa itu antara lain PT Wook Global Technology, PT Ikimura Indotools Centre, PT Ruiyuan Karawang Industrial Innovation and Development, PT Wonderful Good International, PT Brightgene Biomedical Indonesia, dan PT Binamitra Kwartasedaya.

Perusahaan-perusahaan itu bergerak di industri makanan, farmasi, kemasan, dan alat presisi. Di KNIC, ditargetkan akan tercipta 4.000 lapangan pekerjaan baru.●

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: CFLD International