Rupanya nama Meikarta amat berarti bagi keluarga Lippo Group, pengembangnya, sehingga kecil kemungkinan diganti.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Nama Meikarta langsung menyeruak tidak hanya di mata kalangan properti dan masyarakat Jabodetabek, tapi juga seantero Indonesia.

Baca Juga: Manajemen Meikarta Diganti. Ada Rencana Baru di Tahun Baru?

Betapa tidak, begitu diluncurkan oleh PT Mahkota Sentosa Utama, anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk. (IDX: LPKR), pada Mei 2017, megaproyek Meikarta langsung membuat kehebohan.

Selain skala proyeknya yang memang besar (500 hektare) dengan nilai yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp578 triliun, iklan-iklan Meikarta hampir muncul di semua media massa dan billboard jalanan Ibu Kota.

Baca Juga: Toyota Bangun Kota Prototipe Super-Canggih di Gunung Fuji

Pemilik uang cukup antusias membeli apartemen yang tergolong penuh fasilitas tapi harganya dinilai masih terjangkau.



Hingga akhirnya dugaan suap-menyuap antara pihak Meikarta dengan pejabat Kabupaten Bekasi terkait pengurusan perizinan tiba-tiba muncul.

Baca Juga: Rolls-Royce Cetak Rekor Penjualan Tertinggi Sejak 116 Tahun

Terlepas dari itu semua, sampai hari ini masyarakat masih banyak yang bertanya-tanya: “Mengapa megaproyek itu dinamakan Meikarta?”

Nah, rupanya nama Meikarta itu berasal dari dua kata, yaitu “Mei” dan “Karta”.

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

[nextpage]

“Mei” diambil dari nama May Lydiawaty, Li Limei, May Riady, atau dikenal juga dengan Suryawati Lidya, istri dari sang pendiri Lippo Group Mochtar Riady.

Sementara “Karta” berarti kota selayaknya Jakarta dan Yogyakarta. Lippo pun memilih Mei sebagai bulan peluncurannya.

Baca Juga: CEO Trip.com Jane Sun: Pariwisata Hasilkan 10,4% PDB Global

“Jadi, bagi saya, Meikarta merupakan nama [kota] yang indah karena itu nama nenek saya, May Riady,” ungkap Henry Riady, penasihat PT Lippo Cikarang Tbk. (IDX: LPCK), di Jakarta belum lama ini.

Anak bungsu dari James T. Riady itu menuturkan bahwa Nenek May merupakan inspirasi baginya. Sebab, Nenek May memulai segalanya bersama Sang Kakek, Li Wen Zheng alias Mochtar Riady, dari kota kecil.


Baca Juga: CES 2020: Hyundai Pamerkan Kendaraan Udara Pribadi

Henry menceritakan, dulu neneknya berjuang tanpa henti sambil mendidik enam anak dengan berjualan rambut palsu dan es mambo. Prinsip neneknya, hidup harus bermanfaat dan menjadi berkat bagi orang lain.

Untuk itu, “Saya yakin satu hari nanti Meikarta akan menjadi kota yang bermanfaat dan menjadi berkat bagi banyak keluarga yang sedang memulai kehidupan baru,” ungkap Henry.

Baca Juga: CES 2020: LG Bakal Perkenalkan Alat Berkebun Canggih

Dengan begitu, sekalipun megaproyek properti di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tersebut sempat tersandung kasus suap-menyuap, sekalipun logonya berubah, nama Meikarta akan tetap dipertahankan.

Sebab, itu nama yang punya, istri Mochtar Riady, pemilik Lippo Group, pengembangnya. Kecuali, satu saat Lippo menjual seluruh kepemilikan Meikarta kepada pihak lain.●

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID ● Foto: TechnoBusiness Photo

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here