Pasar game online di Indonesia masih kecil, tapi potensial.

Oleh Frily Grace | Konsultan Spire Research and Consulting

Spire Insights • Pasar game online di Indonesia belakangan menjadi sorotan setelah menorehkan pertumbuhan yang sangat signifikan.

Pasar game online yang berbasis mobile, misalnya, berdasarkan data Statista, pada 2020 mampu mencatatkan pendapatan hingga US$672 juta atau naik 4,8% dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Spire Research and Consulting Memiliki Empat Divisi Riset 

Pertumbuhan pendapatan itu didorong oleh semakin banyaknya jumlah pengguna game yang menurut Asosiasi Game Indonesia naik 20% sejak dua tahun lalu. Sementara itu, penetrasi pasar game online di Tanah Air baru 15% dari total populasi penduduk sebanyak 268 juta jiwa.

Tumbuhnya pasar game online juga dipengaruhi oleh semakin murah dan beragamnya pilihan perangkat yang digunakan untuk bermain game serta menjamurnya komunitas esports.

Selain itu, pandemi COVID-19 turut memicu pertumbuhan pasar game online. Merujuk pada hasil penelitian Spire Research and Consulting, pandemi membuat waktu bermain game menjadi lebih lama ketimbang sebelumnya.


Baca Juga: Spire Insights: Bagaimana Tetap Produktif Selama Karantina?

Tidak hanya berhenti sampai di situ, pengeluaran pasar game online untuk pembelian item games seperti gift, skin, karakter, dan lain sebagainya pun lebih banyak selama pandemi.

Pandemi COVID-19 turut memicu pertumbuhan pasar game online.

Dalam survei yang dilakukan Spire Research and Consulting terhadap 80 gamers terungkap bahwa 63% gamers merupakan penggemar game bergenre MOBA (Multiplayer Online Game Arena), FPS (First Person Shooter), dan Casual.

Sebanyak 37% gamer memilih game bergenre RPG (Role Playing Game) dan Adventure. Preferensi genre game ini muncul berdasarkan minat, usia, komunitas, dan experience gamers terhadap game tersebut.


Baca Juga: Spire Insights: Dampak COVID-19 terhadap Sistem Bekerja Masa Depan

Untuk diketahui, perilaku gamer Indonesia bersifat komunal dan memerlukan aktivitas koordinasi ketika game dimainkan. Karena itu, kecepatan dan kestabilan koneksi internet menjadi hal yang krusial.

Dalam memantau dan menilai koneksinya, para gamers pada umumnya melakukan pengukuran pada kecepatan dan latensi/ping. Lalu, yang memengaruhi pemilihan layanan internet tak lain adalah harga, kecepatan, dan lokasi penggunaan.

Namun, saat ini peran komunitas dalam mereferensikan game, perangkat dan layanan internet yang digunakan kepada para gamer lainnya menjadi penting. Walaupun para gamer dan Asosiasi mengaku kecepatan koneksi internet masih menjadi kendala sampai saat ini.


Baca Juga: Spire Insights: Dealing Government Affairs in Indonesia

Pasar game online di Indonesia masih kecil dibanding di negara-negara lain.

Asosiasi juga mengakui bahwa pasar game online di Indonesia masih kecil dibanding di negara-negara lain. Hal itu salah satunya disebabkan karena pengembang game lokal lebih menargetkan pasar luar negeri.

Ditambah lagi belum adanya regulasi dari pemerintah terkait praktik olahraga game online. Kendati demikian, Kemenpora dan KONI telah mempertimbangkan hal ini. Sebab, e-sport telah resmi menjadi cabang olahrag terbaru di Tanah Air.


Komitmen pemerintah dan ISP dalam mendukung perkembangan pasar game online (terutama e-sports) di Indonesia patut diapresiasi. Mulai dari dukungan terhadap tim e-sports nasional, komunitas game online, memberikan dukungan paket khusus gamer, channel gamer, hingga akses langsung ke server online gamer.


Baca Juga: Spire Insights: Perubahan Perilaku Konsumen Saat COVID-19

Seperti yang disampaikan oleh beberapa praktisi dan Asosiasi, para pemain game online akan menguji keahlian mereka dalam kompetisi dan meningkatkan prestige mereka dalam komunitas.

Sehingga, pemerintah Indonesia, dan secara teknis ISP di Indonesia, dapat pula berperan sebagai jembatan antara stakeholder tersebut, dan membawa pasar game online dalam negeri berkembang ke kancah regional dan global.

Pada 2019, menurut Global Games Market Report yang dilansir Newzoo, besaran pendapatan pasar game online Indonesia berada di peringat 17. Untuk semakin tumbuh lagi, maka dukungan dari pemerintah dan organisasi e-sports amat dibutuhkan.•

Catatan: Artikel Spire Insights ini dibuat dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Spire Research and Consulting. 


Spire Research and Consulting merupakan perusahaan riset pasar dan konsultasi bisnis global, terutama di negara-negara berkembang. Perusahaan yang didirikan pada 2000 di Singapura ini kini memiliki kantor perwakilan di semua negara Asia Pasifik dan berkantor pusat di Tokyo, Jepang.

PT Spire Indonesia | Wisma BNI Lt. 25 Unit 8-10, Jalan Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220, Telp/Faks: (021) 57945800 www.spireresearch.com

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here