Oleh Ashiva Humaira | Assistant Manager Spire Research and Consulting

Spire Insight ● Pada akhir 2018, industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), definisi industri pengolahan sendiri merupakan kegiatan ekonomi yang mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan, sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi.

Bisa juga barang yang kurang bernilai menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat dengan pemakai akhir. Dengan demikian, industri sepatu termasuk bagian dari industri pengolahan yang juga memiliki kontribusi pada nilai PDB nasional.

Baca Juga: Spire Research and Consulting Memiliki Empat Divisi Riset

Tidak semua mengetahui bahwa industri sepatu di Tanah Air merupakan industri sepatu terbesar ke-4 di dunia dan berpotensi besar meningkatkan nilai industri pengolahan sebanyak 7% dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, mengacu pada rencana pemerintah menuju Industri 4.0, industri sepatu disebut sebagai salah satu dari lima industri utama yang dapat mendukung keberhasilan Industri 4.0.

Karena itu, Bank Indonesia pun mendukung industri ini karena memiliki potensi besar untuk berkompetisi baik secara regional maupun global.


Nilai Pasar Industri Sepatu di Indonesia

Menurut analisis Spire Research and Consulting, industri sepatu di Indonesia akan terus meningkat setidaknya hingga 2021. Pada 2018, nilai pasar industri sepatu tercatat sekitar Rp37 triliun.

Nilai pasar sepatu itu diperkirakan akan meningkat 10% tiap tahunnya hingga pada 2021 bernilai Rp49 triliun. Kenaikan nilai pasar itu didukung oleh beberapa hal:

Baca Juga: Tantangan Industri Advertising PayTV

  1. Meningkatnya permintaan pasar yang cukup signifikan, terutama sepatu jenis sneakers.
  2. Bertumbuhnya bisnis ritel dalam negeri yang di dalamnya termasuk kategori sepatu. Besarnya permintaan pada produk lokal menjadikan produk-produk ini dapat memasuki department store sehingga memperluas jangkauan penjualan.
  3. Perkembangan bisnis e-commerce yang cukup signifikan berpengaruh pada meningkatnya permintaan pasar produk ritel.
  4. Terkait dengan nomor 3, tingginya persaingan antarperusahaan ritel menjadikan kuatnya strategi pemasaran dari tiap perusahaan tersebut dan berakibat pada meningkatnya pembelian produk.

Terdapat beberapa pemain utama yang berkontribusi cukup besar bagi perkembangan industri sepatu di Indonesia. Untuk mempermudah, dibedakan dalam tiga kategori berdasarkan segmen yang ditargetkannya.

Kategori pertama adalah segmen menengah atas, yang khusus menargetkan pasar dengan sosial ekonomi (SES) A dengan kisaran harga mulai dari Rp1 juta. Lalu, terdapat kategori segmen menengah atas dengan target pasar SES B, untuk kisaran harga sepatu Rp600.000-999.000.

Yang terakhir, kategori segmen bawah dengan target SES C untuk kisaran harga sepatu mulai Rp599.000 sampai yang lebih murah lagi.

Baca Juga: Sektor Bisnis yang Selalu Seksi

Dari ketiga kategori itu, terdapat lima merek utama dari masing-masing kategori yang memimpin pasar industri sepatu. Lima merek tersebut berasal dari global dan lokal yang bersaing cukup ketat di pasar sepatu Indonesia.

Berikut kelima merek sepatu tersebut beserta dengan nilai pasarnya berdasarkan pendapatan:

Merek Sepatu Kategori Segmen Nilai Pasar (2018)
Adidas Menengah atas 6,99%
Nike Menengah atas 4,77%
Bata Menengah bawah 4,64%
Fladeo Menengah bawah 4,19%
Piero Bawah 1,80%

Sumber: Asosiasi Persepatuan Indonesia (2018)

Dilihat dari kelima merek di atas, sepatu dengan jenis kasual, yaitu Adidas dan Nike, telah menguasai pasar dengan kontribusi lebih dari 10% dari total industri sepatu di Indonesia. Hal itu mungkin sudah dapat diperkirakan mengingat tingginya animo masyarakat akan sepatu berjenis sneakers pada beberapa tahun belakangan.

Namun, jika dilihat kembali pada tabel di atas, terdapat dua merek sepatu, yaitu Fladeo dan Piero, yang juga mengambil kontribusi cukup signifikan dengan total nilai pasar sekitar 6%. Uniknya, kedua merek sepatu itu merupakan merek lokal yang ternyata tidak dapat dipandang sebelah mata, terutama oleh dua pemain besar industri sepatu.

Baca Juga: Efektivitas Iklan Menggunakan Media Lift 

Produk Lokal di Indonesia

Setidaknya, terdapat lebih dari ribuan merek sepatu lokal di Indonesia dengan berbagai kategori. Dari 10 merek yang termasuk dalam pemain utama industri sepatu di Indonesia, 40%-nya merupakan merek lokal yang bersaing secara ketat dengan merek global.

Hal menarik lainnya, menurut analisis Spire Research and Consulting, ternyata masyarakat di Indonesia tidak selalu memandang bahwa merek lokal dan global memiliki perbedaan yang signifikan.

Analisis pada salah satu produk lokal di Indonesia membuktikan bahwa jika konsumen telah merasakan dan menggunakan salah satu produk lokal dengan kualitas baik, konsumen akan tetap dan setia dengan produk tersebut walaupun tersedia produk global dengan harga dan model yang sama.

Namun, walaupun ketertarikan masyarakat atas produk lokal sangat baik, terkadang hal itu tidak didukung oleh strategi pemasaran yang baik oleh produk tersebut. Sehingga, pada akhirnya merek globallah yang tetap memimpin pasar industri sepatu Indonesia.

Masih berdasarkan hasil temuan Spire Research and Consulting dari analisis salah satu merek sepatu lokal, sebanyak 80% responden yang belum pernah memakai sepatu itu walaupun mengetahui merek tersebut.

Hal ini dapat menjadi isu utama karena keunggulan yang terdapat pada merek lokal adalah dari segi kualitas yang baru dapat dirasakan dengan menggunakan sepatu tersebut.

Baca Juga: Kondisi Produk Aromatik Milik Industri Petrokimia Indonesia

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa produk lokal memiliki peluang yang baik untuk memajukan industri ritel Indonesia ke depan, tapi masih harus didukung oleh strategi perusahaan yang mumpuni.

Peluang Produk Lokal di Indonesia: Bersaing dengan Produk Lain

Peluang di industri sepatu Indonesia cukup besar. Namun, dengan kompetisi yang cukup ketat, pemain harus memiliki strategi yang kuat untuk memenangkan pasar.

Spire Research and Consulting telah menelusuri tiga quick wins yang dapat dilakukan pelaku pasar, khususnya produk lokal untuk dapat bersaing dengan sehat di pasaran:

  1. Mengetahui bagaimana kecenderungan pasar pada produk sepatu. Kategori sepatu wanita telah memimpin pasar industri sepatu dengan kontribusi sebesar 52%. Sehingga sebaiknya perusahaan mempertimbangkan untuk menjual sepatu wanita demi meningkatkan minat konsumen.Lebih jauh lagi, hasil analisis ini juga menyimpulkan bahwa jika sebuah toko sepatu memiliki varian produk wanita dan pria, toko tersebut akan lebih menarik pembeli.
  2. Fokus akan produk yang dipasarkan. Salah satu contohnya, jenis sepatu yang saat ini sedang tinggi peminatnya adalah sepatu kasual. Memasarkan jenis sepatu ini akan meningkatkan minat para pembeli ke depan.
  3. Memperhatikan lima faktor utama yang menjadi pertimbangan pembeli dalam membeli sepatu. Hal tersebut adalah (sesuai urutan) model, kenyamanan, kualitas, ukuran di kaki, serta harga.

Dengan hasil ini, maka pelaku usaha sepatu penting untuk mengutamakan model serta kenyamanan. Selain itu, ternyata harga bukan merupakan faktor utama dalam pengambilan keputusan.

Namun, analisis Spire Research and Consulting juga menyimpulkan bahwa harga cukup penting jika suatu produk ingin dipasarkan dengan target pasar yang lebih luas lagi. Untuk itu, selain mementingkan faktor utama tersebut, fokus akan pemilihan target pasar juga penting agar perusahaan lebih jelas dalam membentuk brand identity.

Dengan tiga quick wins di atas, diharapkan industri sepatu Indonesia dapat tetap bersaing secara konsisten, baik dengan produk dalam negeri dan luar negeri. Sehingga, memajukan industri pengolahan dan meningkatkan perekonomian Indonesia.● SPONSORED CONTENT

Catatan: Artikel ini dibuat dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Spire Research and Consulting. 

Spire Research and Consulting merupakan perusahaan riset pasar dan konsultasi bisnis global, terutama di negara-negara berkembang. Perusahaan yang didirikan pada 2000 di Singapura ini kini memiliki kantor perwakilan di semua negara Asia Pasifik dan berkantor pusat di Tokyo, Jepang.

PT Spire Indonesia | Wisma BNI Lt. 25 Unit 8-10, Jalan Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220, Telp/Faks: (021) 57945800 | www.spireresearch.com


 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here