Implementasi AI di birokrasi Indonesia

Oleh Aliya Hasna | Konsultan Spire Research and Consulting

Spire InsightArtificial Intelligence (AI) merupakan teknologi yang memiliki karakteristik ideal, yaitu kapabilitas untuk memproses dan mengambil respons yang memiliki prospek terbaik untuk mencapai tujuan tertentu (cnbcindonesia.com).

Baca Juga: Spire Research and Consulting Memiliki Empat Divisi Riset

Dengan tujuan penyederhanaan birokrasi untuk efisiensi waktu proses kerja, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengganti jabatan eselon III dan IV dengan AI pada 2020. Kendati demikian, masih dibutuhkan upaya panjang terkait hal ini.

Berdasarkan Laporan Oxford Insights dan International Development Research Center yang bertajuk Government AI Readiness Index 2019, Indonesia dalam implementasi AI di birokrasi pemerintah berada di peringkat kelima se-ASEAN. Sedangkan di dunia, Indonesia berada di posisi 57 dari 194 negara dengan skor 5,420 (databoks.co.id).

Baca Juga: Industri Sepatu Indonesia Potensi Besar Produk Dalam Negeri

Berdasarkan laporan Mayor of London yang bertajuk London: The AI Growth Capital of Europe, pembentukan pemasok AI di London meningkat sebesar 42% pertahun.


Sedangkan implementasi AI di Amerika, banyak lembaga yang mulai mengalokasikan teknologi ini ke layanan pelanggan. Alhasilnya, berdampak positif pada penghematan waktu dan sumber daya dalam proses peraturan pemerintahan dengan cara mempercepat proses saran dan komentar dari masyarakat.

Selain itu, implementasi AI juga mengurangi penipuan, meningkatkan kepatuhan dan layanan personalisasi dalam wajib pajak masyarakat (cio.com).

Baca Juga: Tantangan Industri Advertising PayTV

Indonesia dalam implementasi AI di birokrasi pemerintah berada di peringkat kelima se-ASEAN.

Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Michael Andreas mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki beberapa kendala dalam penerapan teknologi ini. Salah satunya, yaitu sumber daya manusia yang kurang terlatih dan berpengalaman.

Melihat beberapa contoh nyata dari negara maju, implementasi AI ini dilihat dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi penerapan birokrasi di Indonesia.

Sehingga, proses pengambilan keputusan-keputusan, terutama yang berhubungan dengan ruang publik, dapat diambil dengan lebih efektif dan efisien.

Baca Juga: Sektor Bisnis yang Selalu Seksi

Oleh karena itu, meskipun dibutuhkan usaha yang keras dalam meningkatkan posisi Indonesia di dunia terkait implementasi AI, diharapkan semakin banyak pengembangan dan pelatihan terkait teknologi tersebut.

Juga, berefek pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan nantinya berdampak positif pada pelaksanaan implementasi AI di birokrasi Indonesia.● SPONSORED CONTENT

Catatan: Artikel ini dibuat dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Spire Research and Consulting. 

 

Spire Research and Consulting merupakan perusahaan riset pasar dan konsultasi bisnis global, terutama di negara-negara berkembang. Perusahaan yang didirikan pada 2000 di Singapura ini kini memiliki kantor perwakilan di semua negara Asia Pasifik dan berkantor pusat di Tokyo, Jepang.

PT Spire Indonesia | Wisma BNI Lt. 25 Unit 8-10, Jalan Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220, Telp/Faks: (021) 57945800 www.spireresearch.com


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here