Laukita menawarkan makanan cepat saji dalam kemasan higienis.

Laukita, bisnis kuliner milik artis sinetron Dimas Beck, meraih pendanaan dari Amartha Koru Management. 

Jakarta, TechnoBusiness ID • Laukita, platform yang menawarkan makanan siap saji di bawah naungan Umara Group milik artis Dimas Beck, baru saja memperoleh pendanaan dari Amartha Koru Management.

Baca Juga: Danadidik dan BPR Multi Arthanusa Edukasi Pasar Bersama

Tidak disebutkan berapa nilai pendanaan itu, tapi manajemen perusahaan menyatakan pendanaan itu diperoleh setelah Laukita tetap berkinerja positif meski dalam situasi pandemi.

Adhia Absar Arryman, founder Laukita, mengatakan Laukita bisa tetap tumbuh di masa sulit karena berhasil menggabungkan inovasi resep Nusantara dengan teknologi.

Dalam waktu yang sama, kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan enak, dengan kemasan yang higienis, dan aman meningkat pesat.

Baca Juga: Sekarang Pembuatan Foto Paspor Bisa Dilakukan di Rumah


“Semua ini dikemas dalam bentuk ready meals berkualitas premium tanpa bahan pengawet yang bisa disajikan dengan praktis hanya dalam tiga menit,” ungkap Adhia.

Laukita menjadi penyedia makanan siap saji dengan teknologi kemasan vacuum-packed pertama di Indonesia. Saat ini, Laukita menawarkan 14 varian masakan.

Dari 14 varian itu, sedikit di antaranya yaitu Rendang Paru, Oseng Mercon, Ayam Kecombrang, dan Lidah Cabe Ijo, dan Daging Balado Limau. Masakan itu bisa disajikan dengan dipanaskan, direbus, dikukus, atau ditumis.


Baca Juga: Mobil Volvo Sepenuhnya Bertenaga Listrik pada 2030

Laukita menjadi penyedia makanan siap saji dengan teknologi kemasan vacuum-packed pertama di Indonesia.

Tidak hanya menjualnya melalui aplikasi, Laukita juga membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk menjadi reseller tanpa modal, stockist dengan biaya ringan, dan lain sebagainya. 

Dimas Beck, co-founder Laukita, mengatakan bisnis itu akan menguntungkan masyarakat karena potensi pasarnya amat besar, tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia.

Merujuk pada data firma riset pasar Grand View Research, pasar makanan cepat saji global pada 2019 bernilai US$159,15 miliar. Angka itu diperkirakan naik rata-rata 5,5% per tahun dalam periode 2020-2027.

Baca Juga: ATM Bitcoin CoinFlip Terima Transaksi Aset Kripto Dogecoin

Kinerja yang positif dan prospek pasar yang bagus itulah yang mendorong Amartha Koru Management tertarik untuk mengucurkan pendanaan terhadap Laukita.


“Produk, model bisnis, serta dampak sosial yang telah diciptakan Laukita sejauh ini menjanjikan bukan hanya sebatas makanan siap saji dalam kemasan, tapi juga sebuah gebrakan solusi terbaik di masa depan,” ungkap Lisa Iskandar, perwakilan dari Amartha Koru Management.

Sebagai investor dan mitra, Amartha Koru Management siap mendukung Laukita untuk menggarap pasar semaksimal mungkin, termasuk ekspansi ke luar negeri.


Baca Juga: Asia Pasifik Bakal Dominasi Pasar Layanan Pengiriman Drone

Oleh karena itu, ke depan Laukita berencana mengalokasikan hasil pendanaannya untuk membangun infrastruktur berupa pabrik dengan sertifikasi siap ekspor, selain untuk memperkuat pemasarannya.

Lisa mengatakan langkah itu amat penting bagi Laukita guna menambah varian masakan yang lebih banyak, mempercepat penetrasi pasar, dan memperluas distribusi produk hingga ke mancanegara.•

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID • Foto: Laukita

 

Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here