Chart yang menunjukkan harga Bitcoin melewati angka Rp401 juta.

Inilah beberapa faktor pendorong harga Bitcoin melejit hingga sempat menyentuh angka Rp401 juta per Minggu (27/12) sore.

Jakarta, TechnoBusiness ID • Harga Bitcoin (BTC) menyentuh angka Rp401 juta pada perdagangan Minggu (27/12) sekitar jam 6.30 sore, tertinggi sepanjang sejarah.

Artinya, dibanding pada awal tahun yang hanya Rp90 jutaan, kenaikan harga Bitcoin tersebut mencapai lebih dari 300%.

Baca Juga: Ralat Harga Bitcoin Setelah Menyentuh Angka Rp401 Juta

Sepanjang Desember saja, harga Bitcoin tersebut naik hampir dua kali lipat—dari Rp230 juta. Bahkan, Indodax, bursa pertukaran aset kripto terbesar di Indonesia, mengakui kenaikan itu di luar prediksi.

Menurut Oscar Darmawan, CEO Indodax, bursa pertukaran aset kripto terbesar di Indonesia, ada beberapa pendorong tingginya kenaikan harga Bitcoin di akhir tahun ini.

Pendorong utamanya tentu saja karena permintaan Bitcoin yang cukup masif. “Banyak perusahaan asal Amerika Serikat yang memborong Bitcoin,” kata Oscar dalam pernyataannya, Minggu (27/12).


Baca Juga: Breaking News: Dahsyat! Harga Bitcoin Tembus Rp350.000.000

Massachusetts Mutual Life Insurance, perusahaan asuransi yang berbasis di Springfield, Massachusetts, misalnya, memborong Bitcoin senilai US$100 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun.

Ada juga salah satu perusahaan Wall Street yang mengumumkan telah berinvestasi di Bitcoin sebesar US$530 juta.

Selain itu, MicroStrategy (Nasdaq: MSTR), perusahaan teknologi intelijen bisnis asal Virginia, pun turut membeli Bitcoin tahap pertama senilai US$250 juta dan tahap kedua senilai US$225 juta.

Baca Juga: Bloomberg Akuisisi Perusahaan Data Analytics Second Measure

“Banyak perusahaan asal Amerika Serikat yang memborong Bitcoin.”

“Permintaan yang masif terhadap Bitcoin tersebut memberikan dampak cukup besar terhadap kenaikan harga,” kata Oscar.

Apalagi, salah satu perusahaan penyedia platform pembayaran digital terkemuka dunia PayPal telah menyediakan layanan transaksi menggunakan Bitcoin.


Ditambah, orang yang percaya terhadap performa Bitcoin sebagai salah satu produk alternatif investasi semakin banyak.

“Sekarang orang sudah melihat fundamental Bitcoin yang terbukti sejak 10 tahun terakhir dan menjadi nilai lindung inflasi yang baik,” lanjutnya.

Baca Juga: NEC Corporation Selesaikan Akuisisi Avaloq

Itulah beberapa faktor pendorong harga Bitcoin naik pesat di akhir tahun ini menurut Oscar Darmawan.

Tidak berhenti sampai di situ, sebagian analis meyakini harga Bitcoin bakal tembus Rp1 miliar seiring semakin besarnya permintaan pasar di tengah suplainya yang terbatas.•

 

Catatan: TechnoBusiness Media memberitakan semua hal tentang aset kripto secara independen tanpa bermaksud merekomendasikan kepada pembaca untuk membeli atau menjual atas aset kripto tersebut.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID • Foto: Indodax

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here