Implementasi teknologi 5G

Oleh Rahmat Dewan Dana | Konsultan Spire Research and Consulting

Spire Insight ● Teknologi 5G di Korea Selatan telah diluncurkan pada 5 April 2019. Berbagai lompatan dalam kehidupan mengikuti kehadiran teknologi itu, baik di bidang bisnis, kesehatan, budaya, maupun lain sebagainya.

Baca Juga: Spire Research and Consulting Memiliki Empat Divisi Riset

Sebagai negara pertama di dunia yang mengimplementasikan teknologi 5G secara komersial, pemerintah Korea berharap teknologi tersebut dapat menjangkau secara luas ke seluruh pelosok negerinya.

Untuk itu, pemerintah Korea menggandeng perusahaan telekomunikasi seluler terbesar SK Telecom. Lantas, produk apa saja yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut setelah kemunculan teknologi 5G?

  1. Idol Live (LG U+) dan Social VR (SKT)

Dalam sebuah studi yang dirilis jurnal Human Factors, para peneliti mengamati kebiasaan main game menggunakan virtual reality (VR) di konsol PlayStation, Xbox, dan Wii.

Baca Juga: Industri Sepatu Indonesia Potensi Besar Produk Dalam Negeri


Kemudian para responden memainkan beberapa game dengan konsol Xbox selama 50 menit. Lebih dari 90% peserta yang bermain game sambil berdiri dilaporkan mengalami perasaaan mual (motion sickness).

Sementara itu, hanya 59% dari mereka yang bermain sembari duduk merasakan motion sickness. Tapi, dengan teknologi 5G, perasaan mual bisa hilang karena latensi yang digunakan oleh teknologi 5G terbilang rendah.

Salah satu produk yang sudah mengimplementasi teknologi 5G ke VR/AR di antaranya Idol Live (LG U+) dan Social VR (SKT).  Idol Live yaitu produk yang memungkinkan penggunanya bisa fokus menonton kepada satu idola saja. Aplikasi itu sangat popular di antara pecinta K-Pop.

Spire Insight: Game merupakan salah satu industri yang cukup mendapat perhatian, khususnya di pasar di Indonesia. Pokkt, Decision Lab, dan Mobile Marketing Association (MMA) telah melakukan studinya.

Menurut mereka, jumlah mobile gamer di Tanah Air mencapai 60 juta. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 100 juta pada 2020.

Hal ini menjadi peluang bisnis baru. Apalagi dengan mengaplikasikan koneksi 5G dan mengintegrasi teknologi VR dengan platform Android atau game console lainnya.

Sedangkan untuk teknologi Social VR, teknologi ini bisa diimplementasikan oleh jasa penyedia layanan TV berlangganan. Hal ini bisa menambah value added bagi perusahaan dengan menambah fitur produk nonton bareng menggunakan teknologi 5G.

Baca Juga: Tantangan Industri Advertising PayTV

Sedangkan Social VR (SKT) merupakan teknologi visual yang memungkinkan penggunanya menonton film atau olahraga secara bersamaan seperti sedang dalam satu ruangan, meski sebenarnya terpisah jauh.

  1. HD Map Dynamic Data Platform

Smart grid dapat didefinisikan sebagai jaringan listrik pintar yang menggabungkan jaringan listrik dengan teknologi komunikasi digital cerdas.

Sebuah jaringan pintar telah mampu menyediakan tenaga listrik dari berbagai sumber seperti turbin angin, sistem tenaga surya, bahkan plug-in kendaraan listrik hibrida, dan didistribusikan secara luas.

Baca Juga: Sektor Bisnis yang Selalu Seksi

Kesepakatan itu mendorong SK Telecom membuat peta beresolusi HD yang dapat dibaca oleh mesin dari area Incheon Free Economic Zone (IFEZ) di Kota Songdo, Yeongjong, dan Kota Internasional Cheongna.

Teknologi 5G

Informasi itu kemudian diteruskan ke Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) melalui jaringan teknologi 5G sehingga mobil bisa berjalan tanpa pengemudi, termasuk melaju sesuai kondisi jalan, mengatur batas kecepatan, jalur, dan kemiringan jalan secara otonom.

Mereka bekerja berdasarkan kebijakan transportasi yang lebih cerdas dan lebih aman dengan membangun pusat data untuk melacak populasi yang mengambang.

Spire Insight: Berdasarkan statistik Korlantas Polri, jumlah peristiwa kecelakaan pada 2019  sebanyak 107.500 kali. Memang hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja, melainkan akibat dari beberapa faktor penyebab kecelakaan yang cukup kompleks.

Jika HD Map Dynamic Data Platform ini diimplementasikan dalam sistem lalu lintas di Indonesia, kemungkinan bisa membantu mengurangi tingkat kecelakaan yang ada.

IoT juga bisa membantu petugas keamanan dalam mengambil keputusan lebih cepat dan tepat terkait informasi yang didapatkan dari HD Map.

Teknologi ini juga bisa diimplementasikan di berbagai sektor potensial seperti  transportasi, logistik, dan penanggulangan bencana.

Baca Juga: Efektivitas Iklan Menggunakan Media Lift 

  1. NUGU (Hospitality dan Healtcare)

SK Telecom telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Universitas Yonsei untuk menerapkan sistem solusi kesehatan digital berbasis teknologi 5G seperti memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), augmented reality (AR), dan Internet of Things (IoT).

Rencananya, rumah sakit itu akan dibuka pada Februari tahun depan. Rumah sakit digital berteknologi 5G itu akan dilengkapi dengan speaker AI SK Telecom, NUGU.

SK Telecom telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Universitas Yonsei untuk menerapkan sistem solusi kesehatan digital berbasis teknologi 5G

Speaker itu dapat membantu pasien dengan kesulitan fisik bisa secara mudah mengontrol tempat tidur, pencahayaan, dan televisi dengan suara mereka.

Mereka bahkan dapat menggunakan layanan NUGU Call untuk mendapatkan bantuan medis jika mengalami keadaan darurat.

Baca Juga: Kondisi Produk Aromatik Milik Industri Petrokimia Indonesia

  1. Robot pendeteksi produk cacat

Penggunaan robot pendeteksi produk cacat bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di pabrik-pabrik lokal. Solusi pabrik pintar, dijuluki FactoryMarkers, dikembangkan secara kemitraan dengan produsen lokal dan penyedia solusi teknologi informasi.

Solusi itu memanfaatkan teknologi AI, bigdata, cloud, dan keamanan siber. KT, operator telekomunikasi seluler yang turut terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut, mengatakan implementasi teknologi 5G-nya disesuaikan dengan kebutuhan sektor manufaktur.


KT juga menggandeng Hyundai Heavy Industries Group yang banyak menggunakan robot dalam proses pembuatannya dan akan mengintegrasikan teknologi 5G-nya ke sistem robotik.

Baca Juga: Menganalisis Nasib Industri Baja Nasional

Di pabrik itu, ketika produk melewati sabuk konveyor, kamera 12 megapiksel akan mengambil 24 gambar dari berbagai arah. Gambar itu kemudian dikirim ke server cloud melalui jaringan 5G.

Lalu, AI membaca gambar dan memeriksanya. Jika ada yang cacat, robot akan diberitahu untuk kemudian menyaringnya. Hanya dibutuhkan kurang dari delapan detik untuk menyelesaikan proses tersebut.

Spire Insight: Sejak memasuki era Industri 4.0, hanya dengan menggunakan teknologi 4G saja di Indonesia sudah banyak model bisnis baru yang dikembangkan oleh startup berlatar belakang digital native.

Katakanlah Gojek, platform e-commerce, smart city & healthcare, smart logistic, bahkan e-learning yang interatif bias menjadi peluang bisnis di Indonesia.

Hal ini telah mengubah pola bisnis dan costumer behaviour dari pola tradisional menjadi digital. Juga, mempengaruhi perusahaan dalam menanggapi bisnis yang ada di Indonesia.

Bagaimana keadaan pasar ketika teknologi 5G sudah diimplementasikan di Indonesia? Jawabannya, ada di research & development, new business model opportunity, dan implementasi teknologi 5G yang memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pasar di Indonesia.● SPONSORED CONTENT

Catatan: Artikel ini dibuat dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Spire Research and Consulting. 

 

Spire Research and Consulting merupakan perusahaan riset pasar dan konsultasi bisnis global, terutama di negara-negara berkembang. Perusahaan yang didirikan pada 2000 di Singapura ini kini memiliki kantor perwakilan di semua negara Asia Pasifik dan berkantor pusat di Tokyo, Jepang.

PT Spire Indonesia | Wisma BNI Lt. 25 Unit 8-10, Jalan Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220, Telp/Faks: (021) 57945800 www.spireresearch.com


 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here