Perusahaan harus memahami perilaku pelanggan virtual dan implikasi yang mungkin terjadi bagi perusahaan.

Connecticut, TechnoBusiness Tips Teknologi bisnis telah mengubah semua hal. Kini, perusahaan memiliki cara baru dalam menangani pelanggan.

Berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perusahaan melayani pelanggan secara virtual (virtual personal assistant/VPA).

Baca Juga: Palo Alto Networks Selesaikan Proses Akuisisi PureSec

“Pelanggan virtual akan menjadi lebih besar dalam kegiatan pembelian dan layanan,” ungkap Tiffany Fountain, Wakil Presiden dan Tim Manajer Gartner, Inc. (NYSE: IT).

Karena itu, perusahaan harus memahami bagaimana pelanggan virtual berperilaku dan implikasi apa yang mungkin terjadi bagi perusahaan.

Untuk mengadopsi teknologi layanan pelanggan secara virtual, Gartner, perusahaan riset dan konsultan teknologi terkemuka yang berpusat di Stamford, Connecticut, mengidentifikasi ada lima tantangan yang harus dihadapi perusahaan.

Baca Juga: Bloomberg: Grab Incar Startup Pembayaran 2C2P, tapi Ditolak 

Tantangan 1: Kapasitas dan Kemampuan Teknologi

Ada dua domain utama pengetahuan yang harus dikuasai agar pelanggan virtual menjadi benar-benar otonom: kedalaman preferensi pelanggan dan luasnya faktor yang dapat memengaruhi pelanggan.

Tanpa itu, layanan pelanggan virtual tidak dapat dapat menavigasi trade-off yang diperlukan. Tantangan lain adalah komunikasi machine to machine.