Anda bingung memengaruhi konsumen dalam gelaran pesta diskon? Berikut ini tips suksesnya.

Jakarta, TechnoBusiness Tips ● Hari-hari biasa saja merek-merek harus bersaing ketat demi mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar dibanding kompetitor.

Apalagi pada musim gelaran pesta diskon semacam Black Friday di Amerika Serikat, Single Day di China, atau Hari Belanja Online Nasional di Indonesia, yang tentu persaingannya jauh lebih ketat.

Baca Juga: 3 Cara Meningkatkan Retensi Pelanggan lewat Facebook

Nah, pada konferensi bertajuk “Engaging User on Digital” yang digelar Adjust dan Insider di Jakarta, Selasa (25/9), Direktur Regional Indonesia dan Filipina Insider Joe Harahap berbagi tips agar sebuah merek memenangi persaingan dalam gelaran pesta diskon.

Namanya pesta diskon, pasti semua merek berlomba-lomba memberikan diskon. Karena serupa, pemilik merek sering kali kesulitan menciptakan diferensiasinya.

Seperti kita ketahui, namanya pesta diskon, pasti semua merek berlomba-lomba memberikan diskon yang lebih besar sehingga menarik konsumen. Karena serupa, pemilik merek sering kali kesulitan menciptakan diferensiasinya.

Sebagai contoh saat Harbolnas pada 12 Desember tahun lalu, yang membukukan transaksi Rp6,8 triliun, diwarnai promo gila-gilaan. Konsumennya, 15%-nya bertransaksi menggunakan dompet digital (e-wallet), kebanyakan milenial.

Baca Juga: 3 Tips Pendukung Pemasaran Maskapai Penerbangan yang Efektif

“Banyak tantangan yang dihadapi pengiklan di event besar tersebut,” kata Joe. Tantangan-tantangan itu, misalnya rentang perhatian (attention span) konsumen yang sangat singkat serta membludaknya promo dan jumlah produk.

Tidak hanya itu, transaksi yang terjadi juga berasal dari banyak saluran, dan kebanyakan konsumen mempunyai tipikal sekali membeli (one time buyer)—misalnya saat gelaran pesta diskon saja.